<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="144171">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS SIFAT IONIK LARUTAN KITOSAN TULANG SOTONG  (SEPIA OFFICINALIS) TERHADAP  PELEPASAN RNNITROGEN OKSIDA BAKTERI RNENTEROCOCCUS FAECALIS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Salzha Alya Shabila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Enterococcus faecalis merupakan salah satu patogen utama yang ditemukan pada infeksi sekunder saluran akar gigi yang menunjukkan resistensi terhadap perawatan endodontik. Kitosan merupakan polisakarida alami yang memiliki potensi sebagai bahan larutan irigasi yang dapat mengeliminasi bakteri E. faecalis. Tulang sotong (Sepia officinalis) dari kelompok Cephalopoda diketahui mengandung senyawa kimia kitin dan kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat ionik larutan kitosan yang diekstraksi dari tulang sotong Sepia officinalis terhadap pelepasan Nitrogen Oksida (NO) oleh bakteri Enterococcus faecalis. Kitosan, yang diperoleh melalui proses deasetilasi kitin dari tulang sotong diketahui memiliki berbagai aktivitas biologi, salah satunya sebagai agen antioksidan. Dalam studi ini, larutan kitosan diolah dalam berbagai konsentrasi dan diuji pengaruhnya terhadap pelepasan NO sebagai radikal bebas dari bakteri Enterococcus faecalis setelah direaksikan dengan larutan kitosan dengan konsentrasi 0,5%, 1%, 2%, dan 3% serta kelompok kontrol yaitu CHX 2% dan aquades. Pelepasan NO diukur menggunakan alat FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy). Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan kitosan konsentrasi 1% dengan inkubasi 24 jam paling baik dalam menurunkan kadar pelepasan NO bakteri E. faecalis. Penurunan pelepasan NO ini diduga berkaitan dengan kemampuan kitosan dalam mengakibatkan stress oksidatif dan mengganggu metabolisme sel bakteri yang dapat menghambat pertumbuhan E. faecalis. Temuan ini menunjukkan potensi kitosan dari tulang sotong (Sepia officinalis) sebagai bahan alami dengan aktivitas antioksidan yang dapat digunakan sebagai kombinasi bahan terapi infeksi saluran akar yang melibatkan bakteri Enterococcus faecalis, serta memberikan wawasan lebih lanjut mengenai mekanisme interaksi kitosan dengan sistem biologi bakteri. &#13;
&#13;
Kata kunci: Kitosan, Sepia officinalis, Enterococcus faecalis, Nitrogen Oksida (NO), Aktivitas antioksidan&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>144171</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-27 17:08:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-30 10:16:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>