<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="144075">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENAMBAHAN HIDROKSIAPATIT TULANG SAPI PADA RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS TERHADAP POROSITAS DAN KEKASARAN PERMUKAAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>PUTROE ALIIFAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bahan basis gigi tiruan yang sering digunakan adalah resin akrilik polimerisasi panas, karena memiliki estetis yang baik, tidak toksik dan harga yang ekonomis, namun memiliki kekurangan adanya porositas dan kekasaran permukaan. Porositas dan kekasaran permukaan dapat menyebabkan sisa makanan, plak, dan mikroorganisme terutama jamur C. albicans mudah menempel pada basis gigi tiruan dan mudah fraktur. Kekurangan tersebut diharapkan dapat diminimalisir dengan penambahan filler hidroksiapatit tulang sapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan hidroksiapatit tulang sapi pada resin akrilik polimerisasi panas terhadap porositas dan kekasaran permukaan. Sampel terbuat dari resin akrilik polimerisasi panas berbentuk plat dengan ukuran 10x10x2.mm untuk uji porositas dan 25x25x2.mm untuk uji kekasaran permukaan. Sebanyak 8 sampel untuk uji porositas dan 12 sampel untuk uji kekasaran permukaan. Tiap uji dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol (tanpa perlakuan) dan kelompok penambahan hidroksiapatit 2%, 3%, dan 5%. Hasil uji porositas dianalisis secara kualitatif dan kekasaran permukaan secara kuantitatif menggunakan Kruskal Wallis. Hasilnya tidak terlihat adanya porositas dan menunjukkan nilai kekasaran permukaan terendah pada kelompok kontrol dan tertinggi pada kelompok penambahan hidroksiapatit 5%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan hidroksiapatit (HAp) tulang sapi pada konsentrasi 2%, 3% dan 5% pada resin akrilik polimerisasi panas (RAPP) menunjukkan peningkatan kekasaran permukaan dan pada uji SEM tidak terlihat adanya porositas terbentuk.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Resin akrilik polimerisasi panas, hidroksiapatit, porositas, kekasaran permukaan&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>144075</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-27 14:41:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-27 15:22:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>