<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="144069">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH LARUTAN KITOSAN DARI TULANG SOTONG (SEPIA OFFICINALIS) TERHADAP KERUSAKAN OKSIDATIF SEL BAKTERI ENTEROCOCCUS FAECALIS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>VISTA DWI RAHAYU</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kitosan merupakan polimer alami yang dapat ditemukan pada kelompok hewan sefalopoda,&#13;
seperti tulang sotong (Sepia officinalis). Kitosan bersifat biokompatibel, bioadhesi,&#13;
biodegradasi, tidak toksik serta memiliki aktivitas antibakteri dan antioksidan yang banyak&#13;
diaplikasikan di bidang kedokteran gigi. Enterococcus faecalis merupakan patogen resisten di&#13;
rongga mulut yang sering ditemukan pada infeksi sekunder perawatan saluran akar.&#13;
Kemampuan E. faecalis dalam melawan stres oksidatif dapat mengganggu keberhasilan terapi&#13;
endodontik sehingga eliminasi bakteri ini sangat diperlukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk&#13;
mengetahui efek larutan kitosan dari tulang sotong (S. officinalis) terhadap kerusakan oksidatif&#13;
sel E. faecalis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan&#13;
penelitian post-test only control group design menggunakan 6 kelompok perlakuan yaitu&#13;
larutan kitosan 0,5%, 1%, 2%, dan 3%, chlorhexidine sebagai kontrol positif, dan aquades&#13;
sebagai kontrol negatif. Parameter yang diamati meliputi kadar Superoxide Dismutase (SOD)&#13;
dan kerusakan oksidatif sel bakteri setelah 24, 48 dan 72 jam inkubasi. Sebelum dilakukan uji&#13;
kerusakan oksidatif dan uji kadar SOD, terlebih dahulu dilakukan uji karakterisasi dari kitosan&#13;
tulang sotong (S. officinalis). Hasil penelitian diperoleh karakteristik kitosan sebagai berikut:&#13;
rendemen transformasi kitin menjadi kitosan sebesar 10%, kadar air 3,262%, larut dalam asam&#13;
asetat 1%, dan memiliki derajat deasetilasi sebesar 57%. Pada hasil uji kadar SOD dan&#13;
kerusakan oksidatif menunjukkan bahwa larutan kitosan konsentrasi 1% secara signifikan&#13;
menurunkan kadar SOD dan menyebabkan kerusakan oksidatif pada aktivitas protein sel E.&#13;
faecalis pada waktu inkubasi 24 jam. Kesimpulan, larutan kitosan tulang sotong (Sepia&#13;
officinalis) memiliki efek dalam menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis&#13;
namun tidak menyebabkan kematian sel.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Kitosan, Tulang Sotong, Enterococcus faecalis, Kerusakan Oksidatif, Superoxide&#13;
Dismutase (SOD)</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>144069</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-27 14:05:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-27 15:17:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>