<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="144061">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK BONGGOL NANAS (ANANAS COMOSUS (L.) MERR) PADA PENYEMBUHAN LUKA GINGIVA TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) SECARA KLINIS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aulia Nawa Fadillah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gingiva adalah jaringan penting yang melindungi struktur gigi. Gingiva dapat mengalami luka yang disebabkan oleh trauma atau prosedur perawatan gigi dan memerlukan penyembuhan yang efektif untuk mencegah komplikasi. Salah satu yang dapat digunakan adalah gel ekstrak bonggol nanas karena mengandung senyawa bioaktif seperti bromelin, flavonoid, vitamin C, saponin, tanin, dan alkaloid yang memiliki efek positif pada penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas gel ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr) pada penyembuhan luka gingiva tikus wistar (Rattus norvegicus) secara klinis. Konsentrasi gel ekstrak bonggol nanas yang digunakan dalam penelitian ini adalah 15%. Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratoris dengan desain post-test only control group. Sampel yang digunakan berjumlah 9 ekor tikus wistar yang dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok perlakuan gel ekstrak bonggol nanas, kelompok kontrol positif aloclair gel, dan kelompok kontrol negatif base gel. Parameter penyembuhan luka dinilai berdasarkan panjang luka, kemerahan, dan edema pada hari ke-7. Penyembuhan luka diamati secara klinis dan data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perlakuan efektif dalam pengurangan panjang luka secara klinis meski secara statistik tidak terdapat perbedaan signifikan terhadap kontrol positif (p&gt;0,05). Kelompok perlakuan juga efektif dalam pengurangan kemerahan dan edema luka secara klinis tetapi secara statistik tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok (p&gt;0,05). Dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak bonggol nanas efektif dalam mempercepat penyembuhan luka gingiva secara klinis dan memiliki potensi sebagai alternatif pengobatan berbasis bahan alami.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>GINGIVITIS - DENTISTRY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>RATS ( RATTUS )</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PINEAPPLES</topic>
 </subject>
 <classification>617.632</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>144061</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-27 13:33:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-23 09:55:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>