<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143993">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAJAYA KOTA SABANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DHIYAL MAGHFIRAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Stunting pada balita di Indonesia mencapai prevalensi sebesar 21,5% pada tahun 2023. Prevalensi stunting menunjukkan angka yang lebih tinggi pada Provinsi Aceh sebesar 29,4% dan Kota Sabang berada di angka 25,6%. Data yang diperoleh di Puskesmas Sukajaya menunjukkan 69 balita stunting pada tahun 2024. Faktor perilaku seperti Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mempengaruhi derajat kesehatan dan berkontribusi 30-35% status kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan PHBS di rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sukajaya Kota Sabang. Penelitian cross-sectional telah dilakukan dari September hingga Oktober 2024 kepada 62 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner dan pengukuran tinggi badan dan berat badan pada balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 62 responden diperoleh bahwa 43 (69,4%) responden memiliki penerapan PHBS di Rumah Tangga yang buruk, mempunyai 32 anak stunting dengan kategori pendek dan 11 anak stunting dengan kategori sangat pendek. Terdapat empat indikator penerapan PHBS di rumah tangga terendah antara lain, kebiasaan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun (8,1%), konsumsi buah dan sayur (8,1%),  aktivitas fisik harian (12,9%) dan tidak merokok di rumah (24,2%). Berdasarkan hasil uji Chi-square, tidak terdapat hubungan signifikan antara PHBS di rumah tangga dengan kejadian stunting (p=0,091). Rendahnya capaian perilaku cuci tangan dengan air mengalir dan sabun dan konsumsi buah dan sayur dapat meningkatkan risiko infeksi dan kurangnya asupan gizi. Diharapkan petugas kesehatan dan pemerintah melakukan pendekatan yang menyeluruh mencakup edukasi PHBS dan peningkatan asupan gizi untuk mengatasi stunting secara efektif.&#13;
Kata Kunci: Balita; Perilaku Hidup Bersih dan Sehat; Stunting&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143993</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-27 10:25:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-27 10:29:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>