MINYAK ATSIRI DAUN KECOMBRANG (ETLINGERA ELATIOR) (JACK.) R.M. SMITH. SEBAGAI ANTIBAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

MINYAK ATSIRI DAUN KECOMBRANG (ETLINGERA ELATIOR) (JACK.) R.M. SMITH. SEBAGAI ANTIBAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS


Pengarang

Rayyan Alfaruqi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1107101010243

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

615.321

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kecombrang adalah salah satu tanaman dari spesies Etlingera elatior yang memiliki banyak manfaat. Manfaat tersebut adalah sebagai kosmetik dan bahan pangan yang bisa difungsikan sebagai pencegah penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktifitas antibakteri yang ada pada daun kecombrang. Minyak atsiri dihasilkan dengan cara menyuling menggunakan metode destilasi uap air. Uji fitokimia daun kecombrang dilakukan secara kualitatif. Uji aktivitas minyak atsiri daun kecombrang dilakukan dengan menggunakan metode difusi terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 kali pengulangan. Hasil penyulingan minyak atsiri dari daun kecombrang sebanyak 5 kg yaitu 1,9 cc. Hasil skrining fitokimia daun kecombrang menunjukkan terdapatnya senyawa kimia alkaloid, terpenoid dan saponin. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa minyak atsiri pada konsentrasi 75% memberi daya hambat paling efektif terhadap bakteri Staphylococcus aureus yaitu sebesar 11,8 mm. Sementara pada minyak atsiri daun kecombrang konsentrasi 50% dan 25% yaitu memberikan daerah hambat berturut-turut 9 mm dan 6,8 mm. Data dianalisis normalitas dan homogenitasnya dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk dan uji Levene, kemudian setelah terbukti bahwa data terdistribusi normal dan homogen, maka dianalisis dengan ANOVA yang menunjukkan minyak atsiri daun kecombrang memiliki pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan dilanjutkan dengan uji beda Duncan yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada setiap perlakuan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK