<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143807">
 <titleInfo>
  <title>PENGUKURAN KINERJA MENGGUNAKAN SCOR 12.0 UNTUK MENINGKATKAN PENGENDALIAN RANTAI PASOK DI UMKM ABADI JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Shafira Ramazanna</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Teknik Mesin dan Industri</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abadi Jaya merupakan UMKM yang bergerak dibidang penjualan mebel furniture. Dalam melakukan proses produksi adakalanya terjadi permasalahan seperti sering kali terjadi keterlambatan dalam penerimaan bahan baku serta kecacatan pada saatdilakukannya pengadaan bahan baku sehingga mempengaruhi progress dalam melakukan produksi. Hal ini mempengaruhi ketidakseimbangan pada tahapan&#13;
rantai pasok. Dalam menyelesaikan permassalahan yang terjadi, maka dilakukannya pengukuran kinerja menggunakan metode SCOR (Supply Chain Operation Reference) dibantu dengan pembobotan menggunakan AHP (Analitycal Hierarchy Process) untuk melihat indikator mana yang harus diperbaiki. Dalam menggunakan metode SCOR, terdapat 5 variabel proses yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Plan, Source, Make, Deliver, dan Return serta atribut kerja yang digunakan Realibility, Responsiveness, Flexibility, Cost, dan Asset. Penelitian ini juga terdiri dari 16 indikator KPI (Key Performance Indicator) dimana dilakukan dengan mewawancarai 3 expert judgement. Didapatkan hasil bahwa kinerja SCM&#13;
dari Abadi Jaya menunujukkan untuk kelima variabel terdapat 3 variabel dengan kategori excellent yaitu Make sebesar 93,018%, Deliver sebesar 98,294%, dan Return sebesar 95,6%, sementara untuk kategori good yaitu variabel Plan sebesar 89,687% dan Source sebesar 81,706%. Namun ada beberapa indikator yang menunjukkan perlu adanya peningkatan dikarenakan nilai dari indikator tersebut dibawah rata-rata. Indikator-indikator yang memerlukan perbaikan yaitu indikator waktu kedatangan bahan baku sesuai target, lead time terhadap penjadwalan&#13;
produksi, kecacatan terhadap bahan baku, lead time terhadap waktu pemesanan sampai kedatangan bahan baku, waktu yang diperlukan dalam pembuatan produk, dan waktu pengiriman terhadap pelanggan. Adapun saran perbaikan yang bisa dilakukan diantaranya mencari alternatif supplier lain yang berasal dari dalam daerah serta merencanakan safety stock dengan lebih matang.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143807</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-24 14:55:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-24 15:37:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>