<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143803">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS DINAMIS DETERMINAN PREVALENSI KETIDAKCUKUPAN KONSUMSI PANGAN DI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yulia Geubrina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Ilmu Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia menghadapi ancaman kerawanan pangan yang tercermin dari meningkatnya prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan di sebagian besar wilayah pada tahun 2023 bila dibandingkan dengan tahun 2018. Penelitian ini membahas faktor-faktor yang mempengaruhi prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan di Indonesia yang berfokus pada pengaruh faktor sosial ekonomi, seperti produksi pangan, inflasi, tingkat pengangguran, dan bantuan pangan dengan mediasi daya beli masyarakat. Penelitian ini menawarkan perspektif baru mengenai prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan dengan mediasi daya beli masyarakat yang belum pernah dilakukan pada penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan data panel dari 34 provinsi di Indonesia untuk tahun 2018-2023. Metode yang digunakan adalah analisis panel dinamis dengan Generalized Method of Moment (GMM). Kemudian dilakukan uji Sobel untuk menguji adanya efek mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi pangan tidak berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan. Inflasi secara langsung berpengaruh positif terhadap prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan, sementara secara tidak langsung berpengaruh negatif melalui mediasi daya beli masyarakat. Tingkat pengangguran secara langsung dan tidak langsung berpengaruh positif terhadap prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan. Bantuan pangan secara langsung berpengaruh negatif terhadap prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan, sementara secara tidak langsung berpengaruh positif melalui mediasi daya beli masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah harus memperkuat stabilitas inflasi, mendorong kebijakan diversifikasi pangan, memastikan ketepatan sasaran penerima bantuan pangan, mengintegrasikan kebijakan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan pangan. Serta meningkatkan penyediaan lapangan kerja dengan mendorong pertumbuhan sektor padat karya&#13;
&#13;
Kata kunci: Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan, Kerawanan Pangan, Daya Beli Masyarakat, Analisis Panel Dinamis, Implikasi Kebijakan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143803</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-24 14:48:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-24 15:35:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>