<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143797">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN TINGKAT HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS ULEE KARENG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD HANIF FARHAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Jumlah penyandang hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, dan diperkirakan pada tahun 2025 akan mencapai 1,5 miliar orang. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi tekanan darah adalah kecemasan, yang secara fisiologis disertai perangsangan sistem saraf otonom, sehingga meningkatkan tekanan darah, denyut jantung, dan respirasi. Lansia memiliki risiko lebih tinggi terkena hipertensi, dengan prevalensi mencapai 40% dan tingkat kematian sekitar 50% pada usia di atas 60 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat hipertensi pada lansia di Puskesmas Ulee Kareng. Desain penelitian menggunakan metode analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 96 responden yang dipilih melalui teknik consecutive sampling pada bulan Oktober–November 2024. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Geriatric Anxiety Scale (GAS) untuk menilai tingkat kecemasan, serta alat tensi digital untuk mengukur tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan hingga sedang yang disertai hipertensi tingkat 1 dan 2. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dan tingkat hipertensi, dengan nilai p-value &lt; 0,05. Temuan ini mengonfirmasi bahwa kecemasan merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah pada lansia.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: kecemasan, hipertensi, lansia, puskesmas, layanan primer&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HYPERTENSION - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ANXIETY - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>OLDER PERSONS - HEALTH</topic>
 </subject>
 <classification>616.132</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143797</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-24 14:35:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-19 11:24:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>