<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143791">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN SEKRETOM SEL PUNCA MESENKIMAL TERHADAP KADAR UREUM DAN KREATININ PADA TIKUS YANG DIPAPARKAN DOKSORUBISIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FHAREL HIRDETISYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gangguan fungsi ginjal adalah kondisi ketika ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik dalam menyaring dan membersihkan limbah atau racun dari darah. Gangguan fungsi ginjal dapat menjadi indikasi berbagai penyakit seperti gagal ginjal akut, gagal ginjal kronis, glomerulonephritis dan lain-lain. Salah satu upaya mencegah gangguan fungsi ginjal yaitu dengan terapi sekretom sel punca mesenkimal. Terapi berbasis sekretom sel punca mesenkimal menjadi alternatif potensial untuk mengurangi kerusakan ini melalui sifat antiinflamasi, antifibrosis, dan antiapoptosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian sekretom sel punca mesenkimal terhadap kadar ureum, kreatinin dan berat ginjal pada tikus yang dipaparkan doksorubisin. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental laboratorium dengan tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar. Tikus dibagi menjadi empat kelompok: kelompok kontrol positif, kelompok kontrol negatif (diinduksi doksorubisin), kelompok perlakuan 1 (doksorubisin + sekretom di hari pertama), dan kelompok perlakuan 2 (doksorubisin + sekretom di hari ke-15). Kadar ureum, kreatinin dan berat ginjal dianalisis secara statistik analitik. Kelompok kontrol negatif menunjukkan kadar ureum yang sangat tinggi (174 mg/dL), dibandingkan kelompok perlakuan 1 (32 mg/dL) dan kelompok perlakuan 2 (38 mg/dL). Untuk kadar kreatinin, hasil menunjukkan nilai 0,8 mg/dL pada kelompok kontrol negatif, lebih tinggi dibandingkan kelompok perlakuan 1 (0,5 mg/dL) dan kelompok perlakuan 2 (0,3 mg/dL). Data ini menunjukkan pengaruh positif sekretom sel punca mesenkimal dalam menurunkan kadar ureum dan kreatinin. Sekretom sel punca mesenkimal dapat mengurangi kadar ureum dan kreatinin pada tikus yang dipaparkan doksorubisin, menunjukkan potensinya sebagai terapi regeneratif untuk kerusakan ginjal akibat toksisitas obat. &#13;
Kata Kunci: Sekretom sel punca mesenkimal, doksorubisin, ureum, kreatinin, ganguan fungsi ginjal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143791</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-24 14:25:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-24 15:30:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>