<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143739">
 <titleInfo>
  <title>OPTIMALISASI SISTEM REFUELING PADA CATERPILLAR 793 MENGGUNAKAN SIMULASI MONTE CARLO DI PIT BATU HIJAU PT AMMAN MINERAL NUSA TENGGARA, KABUPATEN SUMBAWA BARAT, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Gerissa Balqis Edrin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Pertambangan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Terdapat beberapa permasalahan pada sistem refueling yang saat ini diterapkan di PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Hal tersebut adalah frekuensi refueling yang lebih dari satu kali dalam sehari; terdapat refueling yang melebihi expected time yaitu 17 menit; refueling dilakukan dengan tidak mengoptimalkan kapasitas tangki; dan refueling dilakukan ketika sisa bahan bakar di tangki haul truck masih lebih dari cukup untuk beroperasi. Permasalaham-permasalahan tersebut dapat mengurangi ready hours atau menambah delay hours. Idealnya semakin sedikit delay hours, maka akan semakin banyak ready hours. Alhasil produksi juga akan meningkat dan begitu pula sebaliknya. Berdasarkan permasalahan yang ada maka perlu dilakukan optimalisasi terhadap sistem refueling. Penelitian ini dilakukan dengan menghitung fuel gauge minimum yang dibutuhkan oleh CAT untuk melakukan perjalanan dari lokasi dumping menuju fuel station. Setelah itu dihitung optimum hours dan produksi yang dapat diperoleh CAT 793 setelah sistem refueling dioptimalkan. Perhitungan dilakukan dengan membandingkan 6 skenario menggunakan simulasi Monte Carlo. Tiap skenario dibedakan berdasarkan threshold fuel gauge dan delay pada saat pengisian bahan bakar. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan fuel gauge minimum yang paling banyak adalah 5,2% dari kapasitas tangki yang digunakan. Rata-rata optimum hours yang paling tinggi ialah 21,22 jam dan rata-rata produksi yang paling tinggi ialah 6.930,4 ton. Hasil tersebut didapatkan dari perhitungan pada skenario 2 dengan threshold fuel gauge 10% dan delay 12-14 menit. Sementara itu, rata-rata optimum hours terendah ialah 18,7 jam dan rata-rata produksi yang paling rendah ialah 6.104,9 ton.  Hasil tersebut didapatkan dari perhitungan pada skenario 5 dengan threshold fuel gauge 20% dan delay 15-17 menit.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143739</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-24 12:30:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-24 14:47:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>