<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143707">
 <titleInfo>
  <title>STUDI PEMANFAATAN SUMBERDAYA ENERGI BARU TERBARUKAN OLEH NELAYAN TRADISIONAL PERIKANAN TUNA DI ULEE COT KECAMATAN MEURAXA, KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>UMAIRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Energi baru terbarukan (EBT) merupakan salah satu sumber energi alternatif yang perlu di kembangkan, karena memiliki dampak kerusakan lingkungan yang rendah dan dapat di gunakan dalam jangka waktu yang panjang, saat ini EBT telah dimanfaatkan oleh nelayan tradisional dalam perikanan tuna yang berbasis di pelabuhan perikanan tradisional Ulee Cot, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, namun sejauh ini belum terdapat data dan informasi terkait tingkat keberhasilan dan manfaat dari penggunaan EBT ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan sumber daya EBT oleh nelayan tradisional perikanan tuna di pelabuhan perikanan Ulee Cot, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni 2024 dengan menggunakan metode observasi dan wawancara terhadap 17 responden yang menggunakan kapal perikanan tuna berukuran 9-24 GT (gross tonnage). Responden terdiri dari 17 nahkoda yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas nelayan (88,2%) memilih penggunaan EBT, terutama panel surya, sebagai sumber energi yang efektif di atas kapal. Faktor kemudahan penggunaan panel surya menjadi pendorong utama dalam pengadopsian EBT sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil seperti solar. Hal ini menunjukkan bahwa EBT memiliki potensi sebagai solusi berkelanjutan dalam operasional perikanan tradisional di wilayah tersebut.&#13;
&#13;
Kata kunci: Aceh, energi baru terbarukan (EBT), nelayan, perikanan tuna, solar panel.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143707</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-24 11:55:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-24 12:00:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>