<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143623">
 <titleInfo>
  <title>PEMODELAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT DI INDONESIA MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODELING-PARTIAL LEAST SQUARE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Eka Juliani Zahra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Statistika</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Derajat kesehatan merupakan indikator penting yang mencerminkan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia suatu wilayah. Pembangunan kesehatan merupakan investasi penting bagi pembangunan nasional karena memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemajuan ekonomi. Pertumbuhan populasi yang pesat menimbulkan tantangan kesehatan yang semakin kompleks, sehingga penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Uraian derajat kesehatan meliputi indikator mortalitas, morbiditas, dan status gizi. Penelitian ini akan memanfaatkan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) dalam memodelkan derajat kesehatan di Indonesia. Hasil dari penelitian ini diketahui dari 24 indikator yang digunakan diperoleh 17 indikator dinyatakan valid mewakili lima variabel laten yang digunakan berdasarkan evaluasi model pengukuran. Hasil evaluasi model struktural menunjukkan bahwa variabel lingkungan dan pelayanan kesehatan memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap derajat kesehatan, sedangkan perilaku dan genetik menunjukkan arah pengaruh positif, namun tidak signifikan dalam model ini. Nilai R2 sebesar 0,758 menunjukkan bahwa 75,8% keragaman derajat kesehatan dapat dijelaskan oleh faktor lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan genetik. Nilai f2 variabel perilaku sebesar 0,360 dan pelayanan kesehatan sebesar 0,388 mengindikasikan pengaruh yang kuat, sedangkan lingkungan dan genetik menunjukkan pengaruh medium dan lemah. Prediksi model juga terbukti kuat dengan nilai Q2 sebesar 0,758 yang menunjukkan kemampuan prediktif yang baik dari model ini.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: Derajat Kesehatan, Structural Equation Modeling-Partial Least Square, Model Pengukuran, Model Struktural.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143623</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-24 07:10:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-24 09:49:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>