<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143585">
 <titleInfo>
  <title>PEMODELAN JUMLAH TINDAK KRIMINALITAS KOTA-KOTA DI INDONESIA MENGGUNAKAN REGRESI BINOMIAL NEGATIF DAN GENERALIZED POISSON REGRESSION</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nisa Luthfia Jamil</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Statistika</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kriminalitas merupakan berbagai perilaku yang melanggar hukum, aturan, norma, dan moralitas yang berlaku dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi jumlah kasus tindak kriminalitas kota-kota di Indonesia, yang berbentuk data cacahan dan diasumsikan mengikuti distribusi Poisson. Namun, asumsi overdispersi (kondisi di mana varians lebih besar daripada rata-rata) yang disyaratkan pada regresi Poisson tidak terpenuhi, sehingga digunakan metode regresi Binomial Negatif dan Generalized Poisson Regression (GPR), dengan memilih model terbaik di antara keduanya. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik Provinsi Dalam Angka Tahun 2023, yang terdiri dari 1 variabel tak bebas dan 9 variabel bebas dengan jumlah pengamatan sebanyak 98 kota-kota di Indonesia. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa model regresi Binomial Negatif adalah model yang terbaik, karena memiliki nilai AIC (1.578,60) dan BIC (1.604,45) yang lebih kecil dibandingkan model GPR. Berdasarkan model terbaik tersebut, diperoleh 6 faktor yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah kasus tindak kriminalitas kota-kota di Indonesia, dengan 5 faktor yang berpengaruh positif yaitu, persentase penduduk miskin (X2), tingkat pengangguran terbuka (X3), rata-rata lama sekolah (X4), pengeluaran perkapita (X5), dan jumlah angka perceraian (X8), sedangkan faktor persentase keluhan kesehatan (X9) memiliki pengaruh yang negatif terhadap tindak kriminalitas.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143585</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-23 17:29:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-24 08:54:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>