<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143573">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL, RNLOW DENSITY LIPOPROTEIN, HIGH DENSITY LIPOPROTEIN, DAN TRIGLISERIDA BEDASARKAN JENIS OBAT ANTI BANGKITAN PADA PASIEN EPILEPSI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Teuku Ona Arief</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Spesialis Neurologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Epilepsi adalah gangguan otak yang ditandai dengan kejang yang terjadi secara periodik dan tidak terduga. Penatalaksanaan epilepsi, termasuk penggunaan obat anti bangkitan (OAB), bertujuan untuk mengendalikan kejang dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Namun, penggunaan OAB jangka panjang dapat memengaruhi profil lipid, yang berisiko meningkatkan penyakit kardiovaskular pada penderita epilepsi. &#13;
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan di poliklinik saraf RSUDZA Banda Aceh pada Agustus hingga September 2024, dengan pengambilan data antara Mei hingga Juni 2024. Sebanyak 62 pasien epilepsi yang berobat di poliklinik saraf menjadi sampel penelitian ini. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi profil lipid berdasarkan jenis OAB yang digunakan, dan analisis bivariat menggunakan uji Saphiro Wilk dan uji Anova.&#13;
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada durasi ≤5 tahun, terapi karbamazepin memiliki prevalensi tertinggi pada pasien dengan kadar kolesterol total tidak normal (36,36%) dan trigliserida tidak normal (63,64%). Sementara itu, pada durasi &gt;5 tahun, terapi fenitoin menunjukkan prevalensi tertinggi pada kadar kolesterol total (45,45%) dan LDL tidak normal (36,36%). Kadar HDL tidak normal lebih tinggi pada terapi asam valproat baik pada durasi ≤5 tahun (23,08%) maupun &gt;5 tahun (15,38%). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara kadar profil lipid dengan jenis OAB yang digunakan.&#13;
Kesimpulan: Meskipun tidak ditemukan hubungan signifikan antara profil lipid dengan jenis OAB, variasi kadar lipid sedikit terlihat berdasarkan jenis terapi yang digunakan, menunjukkan perlunya perhatian terhadap efek samping metabolik jangka panjang pada pasien epilepsi.&#13;
&#13;
Kata kunci: Epilepsi, obat anti bangkitan, profil lipid.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143573</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-23 16:44:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-24 08:30:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>