<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143539">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH ASUPAN MAKANAN SELAMA TUJUH HARI PUASA TERHADAP BODY MASS INDEX PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL DIABETIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Windy Yolanda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Asupan makanan mempengaruhi Body Mass Index (BMI), BMI yang berlebih dapat meningkatkan progresivitas penyakit ginjal diabetik (PGD). Berpuasa dapat membantu mengontrol berat badan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh asupan makanan selama tujuh hari puasa terhadap BMI pada pasien PGD. Penelitian dilakukan dengan metode cohort retrospective dan desain analitik observasional pada Maret hingga April 2024 dengan 35 responden dengan metode total sampling. Kriteria inklusi meliputi terdiagnosa PGD, berpuasa selama berturut-turut 7 hari, berusia &gt;18 tahun, dan bersedia menjadi responden, sedangkan eksklusi adalah pasien dengan gula darah tidak terkontrol, hamil/menyusui, serta memiliki penyakit dengan asupan makanan tidak adekuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berdasarkan analisis regresi logistik asupan makanan secara simultan berpengaruh terhadap BMI pada Pasien PGD (p = 0,000), dengan asupan karbohidrat (p = 0,045) dan lemak (p = 0,044) yang berperan signifikan terhadap perubahan BMI. Pasien dengan asupan karbohidrat kurang berpeluang 16,840 kali lebih tinggi mengalami penurunan BMI, sedangkan lemak kurang berpeluang 17,736 kali lebih tinggi mengalami penurunan BMI. Analisis Spearman menunjukkan hubungan signifikan antara asupan karbohidrat (p = 0,000, r = 0,743), lemak (r = 0,741), dan protein (r = 0,424) dengan perubahan BMI. Mayoritas responden adalah laki-laki (51,4%), berusia 51-60 tahun (54,3%), dan memiliki riwayat keluarga diabetes melitus (54,3%). &#13;
&#13;
Kata kunci: Asupan makanan, puasa, body mass index, penyakit ginjal diabetik&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143539</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-23 15:47:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-23 16:25:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>