<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143517">
 <titleInfo>
  <title>PERBEDAAN TINGKAT STRES DAN DEPRESI PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU YANG MENJALANI PENGOBATAN 6 BULAN DAN 9 BULAN DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>mr. amman awae</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyakit tuberkulosis paru tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik tetapi juga pada kesehatan mental pasien, terutama karena proses pengobatan yang membutuhkan waktu lama. Stres dan depresi merupakan dampak psikologis yang sering ditemukan pada pasien tuberkulosis akibat berbagai faktor, seperti efek samping obat, stigma sosial, beban penyakit, dan ketidakpastian mengenai hasil pengobatan. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan tingkat stres dan depresi pada pasien TB paru yang menjalani pengobatan selama 6 bulan dan 9 bulan di RSUD Dr. Zainoel Abidin. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Mengukur tingkat stres dan depresi menggunakan kuesioner Depresion Anxiety Stres (DASS21). Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 49 sampel dengan teknik totol sampling diamati mengunakan uji Mann-whitney dan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan pasien dengan pengobatan 6 bulan mayoritas berada pada tingkat stres normal (44,89%), stres sedang (6,12%), dan berat (2,04%). Pada pasien 9 bulan, tingkat stres normal lebih rendah (32,65%), tetapi tingkat stres sedang (14,28%) dan berat (6,12%) lebih tinggi. Tingkat depresi, pasien 6 bulan sebagian besar berada pada tingkat normal (42,85%), ringan (6,12%), dan sedang (4,08%). Pasien 9 bulan memiliki tingkat depresi normal lebih rendah (26,53%), dengan peningkatan pada tingkat ringan (10,20%), sedang (6,12%), dan sangat berat (4,08%). Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat stres dan depresi pada pasien TB paru yang menjalani pengobatan 6 bulan dan 9 bulan (P=&gt;0.05).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ANXIETY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PULMONARY TUBERCULOSIS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>152.46</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143517</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-23 15:21:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-24 09:43:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>