Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
STUDI EVALUASI FUNGSI JARINGAN DAN BANGUNAN PELENGKAP IRIGASI SERTA PELAKSANAAN OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN DI DAERAH IRIGASI KRUENG ACEH
Pengarang
Reno Syahputra - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1209200060143
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2015
Bahasa
Indonesia
No Classification
627.52
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Daerah irigasi Krueng Aceh yang pembangunannya selesai pada tahun 1994 mempunyai luas areal pertanian adalah sebesar 7.449,80 Ha. Saat ini ada beberapa bagian areal pertanian pada daerah irigasi Krueng Aceh yang mengalami kekurangan debit air. Studi Evaluasi pada fungsi jaringan dan bangunan pelengkap irigasi serta pelaksanaan operasional dan pemeliharaan di daerah irigasi dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran kondisi saat ini. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mengevaluasi debit andalan dan kebutuhan air irigasi tiap bulannya, 2) Mengevaluasi musim tanam dan pola tanam, 3) Mengevaluasi kerusakan dan kapasitas saluran primer dan saluran sekunder D.I. Krueng Aceh, 4) Mengevaluasi kerusakan-kerusakan yang terjadi pada bangunan-bangunan pelengkap irigasi, 5) Mengevaluasi kegiatan pelaksanaan teknis operasional dan pemeliharaan jaringan irigasi D.I. Krueng Aceh. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dan analisis data untuk mengetahui debit andalan, kebutuhan air irigasi, kerusakan saluran dan bangunan pelengkap irigasi, serta pelaksanaan teknis operasional dan pemeliharaan jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi defisit debit pada pertengahan pertama bulan juni adalah sebesar 1,96 m³/dtk dan pada pertengahan kedua bulan juni sebesar 2,72 m³/dtk, sedangkan defisit pada pertengahan pertama bulan juli sebesar 2,83 m³/dtk dan pada pertengahan kedua bulan juli sebesar 1,11 m³/dtk. Kondisi kerusakan saluran primer adalah sebesar 0,17 % dan pada saluran sekunder adalah sebesar 0,53 %. Kondisi kerusakan sebahagian besar bangunan pelengkap irigasi D.I. Krueng Aceh relatif hanya mengalami kerusakan ringan, kecuali pada bangunan bagi dan sadap terdapat empat buah yang mengalami rusak berat. Dana OP jaringan irigasi Krueng Aceh cukup untuk melaksanakan kegiatan operasional dan pemeliharaan jaringan irigasi Krueng Aceh. Musim tanam yang paling proporsional terhadap ketersediaan air adalah musim tanam rendeng dimulai pada awal bulan november dan musim tanam gadu dimulai pada awal bulan maret.
Tidak Tersedia Deskripsi
SOSIAL KAPITAL MASYARAKAT DALAM OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN DAERAH IRIGASI KRUENG ACEH (Sukandar, 2017)
IDENTIFIKASI ANGKA KEBUTUHAN NYATA OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN (AKNOP) PADA JARINGAN IRIGASI KRUENG BARO KABUPATEN PIDIE (Nofrizal, 2019)
PENILAIAN DAN UPAYA PENINGKATAN KINERJA SISTEM IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI KR. BARO KIRI KABUPATEN PIDIE (Firman Saputra, 2018)
ANALISIS NILAI INDEKS KINERJA SISTEM IRIGASI (IKSI) DAN ANGKA KEBUTUHAN NYATA OPERASI DAN PEMELIHARAAN (AKNOP) DAERAH IRIGASI KRUENG PEUDADA (Ghufran Hadi, 2025)
KAJIAN KINERJA PEMELIHARAAN SISTEM IRIGASI DI JARINGAN TERSIER (STUDI KASUS DI DAERAH IRIGASI KRUENG JREUE) (Dewi novianty, 2024)