<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143479">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH EKSTRAK HIPOFISA KAMBING JANTAN LOKAL TERHADAP KUALITAS OVARIUM SAPI ACEH (BOS INDICUS) PASCAVITRIFIKASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rojatul Maisarah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ekstrak hipofisa kambing (EHK) mengandung Follicle-Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH) yang dapat menjadi growth factor (krioprotektan ekstraseluler). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan EHK dalam menjaga keutuhan folikel dan mencegah kerusakan sel granulosa pada ovarium sapi aceh pascavitrifikasi melalui pewarnaan hematoksilin-eosin dan pengujian casphase-3 secara mikroskopis. Sampel yang digunakan adalah ovarium sapi aceh yang dikoleksi dari sapi aceh betina produktif. Kriteria ovarium yang dipilih adalah ovarium tanpa korpus luteum dengan ukuran 4-5 cm dan tidak mengalami kelainan pada ovarium. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri atas 2 faktor dengan 8 perlakuan dan masing-masing perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Faktor pertama yaitu penambahan EHK dalam media vitrifikasi yang terdiri dari perlakuan kontrol (70 ml PBS dan sukrosa (0,5 M) + 30% krioprotektan EG + EHK 0 μg/ml), perlakuan 1 (70 ml PBS dan sukrosa (0,5 M) + 30% krioprotektan EG + EHK 300 μg/ml), perlakuan 2 (70 ml PBS dan sukrosa (0,5 M) + 30% krioprotektan EG + EHK 600 μg/ml) dan perlakuan 3 (70 ml PBS dan sukrosa (0,5 M) + 30% krioprotektan EG + BPE 30 μg/ml). Faktor kedua yaitu seluruh perlakuan (P0, P1, P2 dan P3) diberikan perlakuan lama penyimpanan 0 hari dan 7 hari. Parameter yang diamati adalah jumlah folikel utuh di berbagai tahapan perkembangan (folikel primordial, primer, sekunder dan antral) melalui hasil pewarnaan HE dan melihat kerusakan masing-masing folikel berdasarkan ekspresi caspase-3 hasil pewarnaan imunohistokimia (IHK). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA dengan taraf signifikan 5% dan dilanjutkan dengan uji berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan penambahan EHK berpengaruh nyata (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143479</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-23 14:27:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-23 16:02:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>