<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143477">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK EMPIRIK PADA PASIEN PNEUMONIA DEWASA DI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN USK BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. ARIEZA AL-ASSYURA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pneumonia merupakan infeksi paru yang serius dan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas serta mortalitas global. Di Indonesia, termasuk Provinsi Aceh, penyakit ini menempati posisi signifikan sebagai masalah kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan antibiotik empirik pada pasien pneumonia dewasa di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Penelitian dilakukan secara observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data rekam medis pasien periode Januari 2022 hingga Oktober 2024. Hasil menunjukkan mayoritas pasien adalah laki-laki (53,0%) dengan usia terbanyak pada kelompok 54–59 tahun (31,8%). Sebagian besar pasien menjalani rawat inap (81,8%). Antibiotik yang paling sering digunakan adalah seftriakson (57,1%), diikuti levofloksasin dan azitromisin, dengan pemberian mayoritas melalui rute intravena (64,3%). Lama penggunaan terbanyak adalah 1–3 hari (60,7%). Ketepatan dosis dan interval waktu mencapai 98,8%, meskipun terdapat 2 kasus ketidaktepatan pada seftriakson. Potensi interaksi obat ditemukan pada 31,8% resep, dengan tingkat keparahan moderate (24,2%) dan major (7,6%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan antibiotik di Rumah Sakit Pendidikan USK umumnya sesuai dengan pedoman nasional, meskipun masih ditemukan ketidaktepatan yang perlu diperbaiki. Hasil ini diharapkan menjadi acuan untuk meningkatkan rasionalitas penggunaan antibiotik, meminimalkan resistensi, dan mendukung pengobatan pneumonia yang lebih efektif.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PNEUMONIA - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ANTIBIOTICS</topic>
 </subject>
 <classification>616.241</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143477</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-23 14:24:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-19 10:35:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>