<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143463">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN PLATELET-RICH PLASMA TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGIS SEL GANGLION RETINA PADA TIKUS MODEL HEWAN COBA GLAUKOMA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NAJLA SATIRA DARNI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Glaukoma merupakan kelainan saraf optik neurodegeneratif progresif yang ditandai dengan degenerasi sel ganglion retina. Strategi terapi saat ini hanya berfokus dalam menurunkan tekanan intraokular saja akan tetapi tidak membantu untuk menghentikan progresivitas penyakit glaukoma sehingga kerusakan pada papil nervus optikus masih akan tetap terjadi. Tujuan penelitian untuk menilai gambaran histopatologis dari jaringan retina hewan coba glaukoma akibat peningkatan tekanan intraokular. Penelitian ini menggunakan Bahan Biologis Tersimpan (BBT) berupa  jaringan histologis dengan pewarnaan hematoksilin eosin pada retina tikus Wistar model hewan glaukoma dimana sebelumnya telah dilakukan penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan post test dengan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan merupakan kelompok yang telah diberikan peningkatan tekanan intraokular 250 mmHg selama 7 hari. Dua puluh lima ekor tikus putih jantan dewasa Wistar dibagi menjadi 5 kelompok yang berbeda : kontrol negatif tanpa induksi TIO, perlakuan positif dengan induksi TIO, perlakuan dengan induksi TIO dan PRP (plasma-rich platelet) intravitreal, perlakuan dengan induksi TIO dan PRP intraperitoneal, dan perlakuan dengan induksi TIO dan PRP intravitreal serta intraperitoneal. Parameter yang diamati adalah kepadatan sel ganglion retina. Pada pengukuran kepadatan sel ganglion retina, terdapat perbedaan signifikan (p value</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143463</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-23 13:49:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-23 15:46:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>