<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143447">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN KEJADIAN STUNTING TERHADAP IBU HAMIL YANG MENGALAMI ANEMIA DI PUSKESMAS MEURAXA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FARAH NOVILIANTI IRAWAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Stunting adalah kondisi dimana tinggi badan balita kurang dari minus dua standar deviasi median pada kurva pertumbuhan anak. Anemia pada masa kehamilan menjadi faktor risiko stunting. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kejadian stunting dengan ibu yang mengalami anemia selama kehamilan. Metodotogi: Desain penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah analitik observasional yang mengkaji hubungan (korelasi). penelitian ini menggunakan pendekatan case control. Hasil: Hasil penelitian yang melibatkan 60 responden didapatkan bahwa usia ibu hamil 20-35 tahun lebih banyak melahirkan anak stunting (68,3%), tingkat pendidikan ibu D3/S1 lebih banyak melahirkan anak stunting (45, ibu yang tidak bekerja lebih banyak melahirkan anak yang stunting (86,7%), usia anak 0-2 tahun lebih banyak mengalami stuning (60%), jenis kelamin perempuan lebih banyak mengalami stunting (51,7%). Terdapat hubungan antara kejadian stunting terhadap ibu hamil yang mengalami anemia (p-value = 0,018) dengan OR 4,3 (1,413-13,068). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kejadian stunting terhadap ibu hamil yang mengalami anemia di Puskesmas Meuraxa. &#13;
Kata kunci : Stunting, Anemia, Gizi Kurang</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ANEMIA - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143447</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-23 12:50:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-23 15:34:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>