<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143431">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN HISTOPATOLOGI GLOMERULUS GINJAL PADA MODEL TIKUS EPILEPSI YANG DIINDUKSI PILOKARPIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zhafran Trashadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pilokarpin merupakan salah satu jenis pro-konvulsan yang banyak digunakan untuk menginduksi kejang pada hewan pengerat. Pemberian pilokarpin pada penderita epilepsi mengakibatkan terganggunya fungsi ginjal, terutama fungsi glomerulus sebagai tempat penyaringan darah. Tujuan penelitian adalah untuk melihat gambaran histopatologi glomerulus ginjal pada model tikus epilepsi yang diinduksi pilokarpin dengan dosis yang berbeda-beda secara intraperitoneal. Hewan coba yang digunakan adalah 24 ekor tikus wistar jantan dibagi secara acak menjadi 4 kelompok (n=6). Kelompok kontrol (KN) diberikan larutan NaCl fisiologis. Kelompok perlakuan I (K1) diberikan pilokarpin dengan dosis 160 mg/KgBB. Kelompok perlakuan II (K2) diberikan pilokarpin dengan dosis 220 mg/KgBB dan Kelompok Perlakuan III (K3) diberikan pilokarpin dengan dosis 250 mg/KgBB. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian didapatkan persentase kerusakan sel glomerulus ginjal pada KN, K1, K2 dan K3 secara berturut-turut sebesar 0,44, 0,56, 2,22 dan 2,44. Rerata diameter glomerulus ginjal pada KN, K1, K2 dan K3 secara berturut-turut sebesar 36,81 µ, 73,07 µ, 93,59 µ, 112,39 µ serta rerata lebar ruang kapsluer glomerulus ginjal secara berturut-turut sebesar 41,12 µ, 27,43 µ, 20,97 µ, 15,05 µ. Dari keempat kelompok perlakuan ini, didapatkan P Value sebesar 0,000.  Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada gambaran histopatologi glomerulus ginjal model tikus epilepsi dengan pemberian pilokarpin dosis 160 mg/KgBB, 220 mg/KgBB dan 250 mg/KgBB. Semakin tinggi dosis pilokarpin yang diberikan, maka semakin tinggi pula terjadinya perubahan pada gambaran histopatologi glomerulus ginjal.   &#13;
&#13;
Kata Kunci: Pilokarpin, histopatologi, ginjal, glomerulus, epilepsi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143431</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-23 12:06:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-23 15:24:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>