<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143391">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN DISTRIBUSI GELOMBANG V BERA PADA ANAK DENGAN KETERLAMBATAN BICARA DAN FUNGSI PENDENGARAN NORMAL DI RSUDZA TAHUN 2021-2023</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TEUKU IRFAN YUSNI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bahasa merupakan suatu sistem atau tanda yang digunakan anak untuk bersosialisasi. Anak yang mengalami gangguan berbahasa dengan dilakukan pemeriksaan BERA (Brain Evoked Response Audiometry) untuk menilai fungsi dari saraf pendengaran dibatang otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran gelombang V BERA pada anak dengan keterlambatan bicara dan fungsi pendengaran normal di poliklinik THT-KL RSUDZA Banda Aceh tahun 2021-2023. Penelitian ini dirancang secara deskriptif yang menggunakan data sekunder yaitu rekam medis pasien. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 92 rekam madis pasien anak yang diambil dengan matode total sampling. Analisis yang digunakan berupa analisis univariat untuk mendeskripsikan karakteristik tiap variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 92 pasien sebagian besar sampel berusia 2 tahun (38%), dengan jenis kelamin laki-laki (71,1%), alasan berobat semua belum dapat berbicara (100%), dengan tempat tinggal terbanyak di kota Banda Aceh (31,5%), mayoritas pasien dirujuk terbanyak dari spesialis anak (62%), dengan pekerjaan orang tua terbanyak dari ayah yaitu PNS/ABRI (35,9%) dan ibu tidak memiliki pekerjaan (67,4%), dengan hasil rata-rata masa laten anak pada telinga kanan (7.46 m/s) dan telinga kiri (7.39 m/s). Hasil ini menunjukkan adanya perpanjangan masa laten telinga kanan dan kiri pada anak dengan gangguan bicara dengan pendengaran normal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143391</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-23 11:06:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-23 14:42:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>