Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) TERHADAP KADAR HBA1C PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) JANTAN MODEL DIABETES MELITUS SETELAH INDUKSI ALLOKSAN
Pengarang
Teuku Muhammad Kamal - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Kartini Hasballah - 195412221981032002 - Dosen Pembimbing I
Iflan Nauval - 198208042014041002 - Dosen Pembimbing II
Zulkarnain - 198309252008121004 - Penguji
Hanifah Yusuf - 195709111987032001 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2107101010095
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Angka harapan hidup manusia terus meningkat sebagai hasil dari kemajuan teknologi, khususnya teknologi kesehatan. Masalah kesehatan muncul sebagai akibat dari peningkatan ini. Diabetes mellitus adalah salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat setiap tahunnya. Peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) yang disebabkan oleh kerusakan pada sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya adalah tanda gangguan metabolik yang dikenal sebagai diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan jahe merah terhadap
kadar HbA1c pada mencit jantan yang menderita diabetes melitus setelah diinduksi dengan alloksan. Dua puluh empat ekor mencit jantan dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kelompok normal, kelompok mencit yang diinduksi alloksan dan diberi aquades, kelompok yang diinduksi alloksan dan diberi metformin, kelompok yang diinduksi alloksan dan diberi air rebusan jahe merah dosis 0,3 ml , kelompok yang diinduksi alloksan dan diberi air rebusan jahe merah dosis 0,52 ml , dan kelompok yang diinduksi alloksan dan diberi air rebusan jahe merah dosis 0,74 ml. pengukuran kadar glukosa dilakukan setelah 72 jam setelah induksi alloksan. Air rebusan jahe diberikan tiap dosis sehari sekali. Pengukuran kadar Hba1c dilakukan pada tiga ekor mencit untuk masing-masing kelompok setelah 21 hari perlakuan. Kadar Hba1c pada kelompok perlakuan air rebusan jahe merah dosis 0,74 mL menunjukkan rerata yang lebih rendah dibandingkan kelompok yang tidak diberikan perlakuan air rebusan jahe merah yaitu senilai 2,76 % ±0,05 yang membuat dosis ini merupakan dosis yang paling efektif dibandingkan dosis lainnya. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok yang diberi air rebusan jahe merah dan kelompok yang tidak diberikan air rebusan jahe merah (p=0,00).
Kata Kunci : Jahe merah, alloksan, Hba1c, diabetes mellitus
Human life expectancy continues to increase as a result of technological advances, especially health technology. Health problems arise as a result of this increase. Diabetes mellitus is one of the health problems that continues to increase every year. Increased blood glucose levels (hyperglycemia) caused by damage to insulin secretion, insulin action, or both are signs of a metabolic disorder known as diabetes mellitus. This study aims to determine the effect of giving red ginger boiled water on HbA1c levels in male mice suffering from diabetes mellitus after being induced with alloxan. Twenty-four male mice were divided into six groups, namely the normal group, the group of mice induced by alloxan and given distilled water, the group induced by alloxan and given metformin, the group induced by alloxan and given red ginger boiled water at a dose of 0.3 ml, the group induced by alloxan and given red ginger boiled water at a dose of 0.52 ml, and the group induced by alloxan and given red ginger boiled water at a dose of 0.74 ml. glucose levels were measured 72 hours after alloxan induction. Ginger boiled water was given once a day. Hba1c levels were measured on three mice for each group after 21 days of treatment. Hba1c levels in the group treated with 0.74 mL of red ginger boiled water showed a lower average than the group not treated with red ginger boiled water, which was 2.76% ±0.05, making this dose the most effective dose compared to other doses. The results of statistical tests showed a significant difference between the group given red ginger boiled water and the group not given red ginger boiled water (p = 0.00). Keywords: Red ginger, alloxan, Hba1c, diabetes mellitus
PERUBAHAN LAJU ALIRAN SALIVA SEBELUM DAN SESUDAH BERKUMUR REBUSAN JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) PADA MAHASISWA FKG UNSYIAH ANGKATAN 2016 (Niken Yulia, 2017)
PENGARUH BERKUMUR AIR REBUSAN JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) TERHADAP PH SALIVA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 (STUDI DILAKUKAN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 TERKONTROL DAN TIDAK TERKONTROL) (Nadia Rahmi, 2025)
PENGARUH BERKUMUR REBUSAN JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) TERHADAP VISKOSITAS SALIVA PADA MAHASISWA FKG UNSYIAH ANGKATAN 2015 (Cut Putri Armalia, 2019)
PENGARUH BERKUMUR AIR REBUSAN JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) TERHADAP PERUBAHAN LAJU ALIRAN SALIVA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 (STUDI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TERKONTROL DAN TIDAK TERKONTROL) (Marisya Afifah Siregar, 2025)
AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR RUBRUM) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN STRAIN WISTAR HIPERGLIKEMIA (Cita Nopriani Ritonga, 2018)