<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143373">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) TERHADAP KADAR HBA1C PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) JANTAN MODEL DIABETES MELITUS SETELAH INDUKSI ALLOKSAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Teuku Muhammad Kamal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Angka harapan hidup manusia terus meningkat sebagai hasil dari kemajuan teknologi, khususnya teknologi kesehatan. Masalah kesehatan muncul sebagai akibat dari peningkatan ini. Diabetes mellitus adalah salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat setiap tahunnya. Peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) yang disebabkan oleh kerusakan pada sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya adalah tanda gangguan metabolik yang dikenal sebagai diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan jahe merah terhadap&#13;
kadar HbA1c pada mencit jantan yang menderita diabetes melitus setelah diinduksi dengan alloksan. Dua puluh empat ekor mencit jantan dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kelompok normal, kelompok mencit yang diinduksi alloksan dan diberi aquades, kelompok yang diinduksi alloksan dan diberi metformin, kelompok yang diinduksi alloksan dan diberi air rebusan jahe merah dosis 0,3 ml , kelompok yang diinduksi alloksan dan diberi air rebusan jahe merah dosis 0,52 ml , dan kelompok yang diinduksi alloksan dan diberi air rebusan jahe merah dosis 0,74 ml. pengukuran kadar glukosa dilakukan setelah 72 jam setelah induksi alloksan. Air rebusan jahe diberikan tiap dosis sehari sekali. Pengukuran kadar Hba1c dilakukan pada tiga ekor mencit untuk masing-masing kelompok setelah 21 hari perlakuan. Kadar Hba1c pada kelompok perlakuan air rebusan jahe merah dosis 0,74 mL menunjukkan rerata yang lebih rendah dibandingkan kelompok yang tidak diberikan perlakuan air rebusan jahe merah yaitu senilai 2,76 % ±0,05 yang membuat dosis ini merupakan dosis yang paling efektif dibandingkan dosis lainnya. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok yang diberi air rebusan jahe merah dan kelompok yang tidak diberikan air rebusan jahe merah (p=0,00).&#13;
&#13;
Kata Kunci : Jahe merah, alloksan, Hba1c, diabetes mellitus</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143373</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-23 09:55:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-23 14:24:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>