<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143335">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN KETEPATAN HASIL PEMBACAAN FOTO POLOS FRAKTUR MINIMAL RESOURCE DAN FOTO POLOS FRAKTUR STANDARD RESOURCE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Ariq Ersan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Foto polos merupakan alat diagnostik yang penting untuk mendeteksi fraktur tulang panjang. Pada situasi dengan keterbatasan sumber daya, adaptasi metode diagnostik sangat penting untuk dilakukan demi memastikan hasil yang dapat diandalkan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan akurasi pembacaan foto polos fraktur dengan menggunakan minimal resources dibandingkan dengan standard resources, sehingga dapat mengoptimalkan diagnosis dalam kondisi terbatas. Penelitian analitik observasional ini menggunakan desain cross sectional, dengan menggunakan rekam medis pasien fraktur ekstremitas di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin. Foto yang diambil dengan minimal resources (Anteroposterior (AP) atau Lateral (Lat)) dibandingkan dengan yang diambil dengan standard resources (AP + Lat). Uji diagnostik dilakukan untuk menghitung akurasi, sensitivitas, dan spesifisitas. Analisis terhadap 55 sampel menunjukkan bahwa pembacaan dari minimal resources AP view mencapai akurasi 89,1%, sensitivitas 95,3%, dan spesifisitas 80%. Pembacaan minimal resources Lat view menunjukkan akurasi 87,3%, sensitivitas 91,1%, dan spesifisitas 70%. Standard resources menghasilkan akurasi tertinggi pada 96,3%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan foto polos dengan minimal resources dapat memberikan hasil diagnostik yang cukup andal, terutama dalam situasi keterbatasan sumber daya. Akurasi dan sensitivitas metode minimal resources dapat diterima. Penelitian ini menekankan pentingnya adaptasi teknik radiografi di lingkungan dengan keterbatasan sumber daya, hasilnya menunjukkan bahwa metode sumber daya minimal masih dapat digunakan secara efektif untuk mendiagnosis fraktur. Penelitian di masa depan harus berfokus pada validasi lebih lanjut dari temuan ini.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143335</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-21 18:39:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-23 09:26:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>