<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143319">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PUSAT-PUSAT PELAYANAN BERDASARKAN ANALISIS GRAVITASI CARROTHERS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>T.M. ZAMIR MUSYAFFA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kota Banda Aceh sebagai Ibukota Provinsi Aceh memiliki 9 wilayah kecamatan. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kota Banda Aceh tahun 2025-2045, Kota Banda Aceh mengalami perkembangan yaitu dari pertumbuhan penduduk yang tersebar di setiap daerah kecamatan. Berdasarkan pertumbuhan penduduk yang mengakibatkan adanya peningkatan sarana dan prasarana pelayanan pada beberapa kecamatan di Kota Banda Aceh secara signifikan sejak penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Banda Aceh tahun 2009-2029 memungkinkan adanya perubahan pada pusat-pusat pelayanan Kota Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antar kecamatan dan mengidentifikasi kecamatan yang berpotensi menjadi pusat pelayanan di Kota Banda Aceh. Dengan menggunakan metode analisis Gravitasi Carrothers bisa diketahui interaksi wilayah antar kecamatan serta mengetahui kecamatan yang berpotensi menjadi pusat-pusat pelayanan di Kota Banda Aceh. Data yang dibutuhkan berupa data jumlah penduduk dan jarak antar kecamatan lokasi penelitian yang didapatkan dari dokumen. Berdasarkan analaisis didapatkan hasil berupa nilai-nilai dan tingkatan interaksi wilayah antar kecamatan dengan nilai interaksi tertinggi yaitu Kecamatan Baiturrahman dan yang terendah yaitu Kecamatan Syiah Kuala. Kecamatan Banda Raya yang sebelumnya didalam RTRW Kota Banda Aceh sebagai pusat lingkungan direkomendasikan menjadi sub pusat pelayanan menggantikan sub pusat pelayanan Lamteumen dan Ulee Kareng, sedangkan hirarki pusat pelayanan kota masih sama dengan ketetapan RTRW Kota Banda Aceh Tahun 2009-2029 yaitu Kecamatan Baiturrahman, Kuta Alam dan Leung Bata namun pada hasil analisis terdapat perbedaan terhadap titik-titik pusat pelayananya. Berdasarkan hasil analisis pemerintah dapat mempertimbangkan dan mengevaluasi kembali setiap kecamatan Kota Banda Aceh yang berpontensi menjadi pusat-pusat pelayanan kota kedepannya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143319</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-21 10:03:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-21 10:47:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>