<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143293">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH LAMA PERENDAMAN MENGGUNAKAN SISTEM OZONISASI DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP MUTU ANGGUR (VITIS VINIFERA L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT NUR AINUN ZAHARA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>fakultas teknik pertanian</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Anggur (Vitis vinifera L.) merupakan buah yang perishable (mudah rusak) sehingga umur simpan anggur relatif singkat. Salah satu metode yang dapat memperpanjang umur simpan komoditi pertanian adalah teknologi ozon. Ozon adalah salah satu metode pembersihan alternatif yang sangat cocok untuk digunakan dalam produk pertanian. Dalam produk pertanian ozon dianggap aman untuk digunakan karena akan terurai kembali menjadi oksigen, sehingga bebas dari residu kimia. Selain itu, kemampuan oksidasinya yang kuat menghentikan pertumbuhan mikroba dalam produk makanan, meningkatkan kesegaran dan umur simpan produk pertanian.&#13;
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Pasca Panen Jurusan Teknik Pertanian dam Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah teknologi ozon/ozonizer dan peralatan yang lain meliputi, burret, erlenmeyer, saringan, wadah, gelas kimia, penetrometer, hot plate, lumpang, alu dan timbangan analitik. Bahan yang digunakan adalah anggur, amilum, iodine 0,01 N, dan aquades.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama perendaman dalam ozon berpengaruh nyata terhadap jumlah bakteri pada hari ke-12 penyimpanan dan uji warna °Hue pada hari ke-12, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap susut bobot, vitamin C, kekerasan, uji warna Chroma  dan penilaian sensori warna, tekstur, dan kesegaran buah anggur pada hari ke-12 penyimpanan. Perlakuan suhu penyimpanan berpengaruh nyata terhadap jumlah bakteri pada hari ke-12 penyimpanan, susut bobot pada hari ke-12 penyimpanan, kekerasan pada hari ke-12 penyimpanan, penilaian sensori tekstur dan kesegaran pada hari ke-12 penyimpanan. Interaksi antara lama perendaman dan suhu penyimpanan tidak berpengaruh nyata terhadap uji jumlah bakteri, susut bobot, vitamin C, kekerasan, warna chroma dan °hue, dan uji sensori. Perlakuan perendaman ozon selama 15 menit pada penyimpanan suhu 10°Cmemberikan hasil terbaik dalam pengujian uji jumlah bakteri, kekerasan, warna, dan uji sensori.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143293</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-20 16:45:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-20 16:51:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>