Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERSEPSI MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA TERHADAP PERILAKU FLEXING INFLUENCER SHELLA SAUKIA DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM
Pengarang
ALIFA SALSABILA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nadia Muharman - 198410082014012101 - Dosen Pembimbing I
Uswatun Nisa - 199107202022032012 - Dosen Pembimbing II
Maini Sartika - 198005012017012101 - Penguji
Novi Susilawati - 198911162019032018 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
1910102010096
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Ilmu Komunikasi., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Perilaku flexing di media sosial telah menjadi fenomena yang semakin menonjol dalam budaya digital saat ini, di mana individu secara terbuka memamerkan gaya hidup mewah dan prestasi pribadi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami persepsi mahasiswa terhadap perilaku flexing yang dipraktikkan oleh influencer Shella Saukia di platform Instagram. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif, dan menggunakan teori SOR data diperoleh melalui wawancara tidak terstruktur dengan 5 informan yang merupakan mahasiswa USK yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menggambarkan adanya keragaman dalam persepsi mahasiswa terhadap perilaku flexing Shella Saukia. Beberapa mahasiswa melihatnya sebagai sumber inspirasi, memandangnya sebagai contoh kesuksesan yang dapat memberikan motivasi untuk mencapai tujuan mereka sendiri. Mereka menilai bahwa melalui konten flexing, Shella Saukia dapat memotivasi individu untuk berusaha lebih keras dan meraih kesuksesan yang serupa. Namun, di sisi lain, terdapat juga pandangan kritis yang mengkritik perilaku flexing sebagai pencitraan yang berlebihan dan tidak autentik. Beberapa mahasiswa merasa terbebani oleh tekanan sosial yang ditimbulkan oleh konten flexing, merasa tertekan oleh standar kehidupan yang tampaknya tidak terjangkau. Dalam konteks dampak, perilaku flexing Shella Saukia dapat dilihat sebagai bentuk branding pribadi yang efektif, yang meningkatkan visibilitas dan daya tarik mereka. Namun demikian, perilaku ini juga dapat menimbulkan perasaan iri dan rendah diri di antara pengikutnya, serta memicu konsumsi yang berlebihan dan perbandingan sosial yang merugikan. Temuan ini memberikan wawasan yang penting tentang bagaimana perilaku flexing dipahami dan dipengaruhi oleh mahasiswa, serta implikasinya terhadap dinamika sosial dan psikologis dalam budaya media sosial.
Kata Kunci: Persepsi, Flexing, Media Sosial, Instagram, Shella Saukia, Mahasiswa
ABSTRACT Flexing behavior on social media has become increasingly prominent in today's digital culture, where individuals openly showcase their luxurious lifestyles and personal achievements. This research aims to explore and understand students' perceptions of flexing behavior practiced by influencer Shella Saukia on the Instagram platform. Using a qualitative descriptive analysis method, data was obtained through structured interviews with a purposively selected 5 of students. The findings depict a diversity of perceptions among students regarding Shella Saukia's flexing behavior. Some students view it as a source of inspiration, seeing it as an example of success that can motivate them to achieve their own goals. They believe that through flexing content, Shella Saukia can inspire individuals to work harder and achieve similar success. However, on the other hand, there are also critical views that criticize flexing behavior as excessive and inauthentic portrayal. Some students feel burdened by the social pressure generated by flexing content, feeling pressured by seemingly unattainable life standards. In terms of impact, Shella Saukia's flexing behavior can be seen as an effective form of personal branding, enhancing the visibility and appeal of her brand. However, this behavior can also evoke feelings of jealousy and low self-esteem among her followers, as well as trigger excessive consumption and detrimental social comparisons. These findings provide important insights into how flexing behavior is understood and influenced by students, as well as its implications for social and psychological dynamics in social mediaculture. Keywords: Perception, Flexing, Social Media, Instagram, Shella Saukia, Student
KETERGANTUNGAN INSTAGRAM DAN PERILAKU FLEXING PADA MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS SYIAH KUALA (ADINDA KHAIRUNNISA, 2025)
KETERGANTUNGAN TERHADAP MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM KAITANNYA DENGAN PERILAKU SELFIE PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Hidayah, 2016)
SIMULAKRA DAN HIPERREALITAS DALAM REPRESENTASI DIRI DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (STUDI KASUS PADA MAHASISWA FISIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA) (Muhammad Reza Alfian, 2025)
PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP PERILAKU PHUBBING MAHASISWA FISIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA (PUTRI ADELIA, 2025)
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM MENINGKATKAN LITERASI KESEHATAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA (HENDRA KURNIAWAN, 2021)