<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143223">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH LAMA PERENDAMAN DAN SUHU PENYIMPANAN MENGGUNAKAN SISTEM OZONISASI TERHADAP MUTU PAPRIKA HIJAU (CAPSICUM ANNUUM L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Surya Nanda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>fakultas teknik pertanian</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Paprika hijau (Capsicum annuum L.) adalah komoditas hortikultura penting yang memiliki prospek cerah dalam industri pangan dan pertanian, dengan permintaan yang terus meningkat baik di pasar domestik maupun internasional. Tantangan utama dalam budidaya dan distribusi paprika di Indonesia adalah rendahnya pengetahuan pascapanen dan teknologi penyimpanan, yang menyebabkan penurunan kualitas dan kerugian ekonomi bagi petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh lama perendaman menggunakan sistem ozonisasi dan suhu penyimpanan terhadap mutu dan umur simpan paprika hijau.&#13;
Metodologi penelitian mencakup beberapa tahapan, yaitu pengambilan bahan baku paprika hijau dari pemasok, pembersihan, sortasi, dan perendaman dengan sistem ozonisasi. Paprika kemudian disimpan pada dua kondisi suhu, yaitu suhu ruang (27°C) dan suhu rendah (10°C). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor, yaitu lama perendaman ozon (0, 5, 10, dan 15 menit) dan suhu penyimpanan, dengan dua kali pengulangan. Parameter yang diukur meliputi uji jumlah bakteri, susut bobot, kandungan vitamin C, kekerasan, warna, dan uji sensori (warna, tekstur, dan kesegaran). Analisis data dilakukan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan uji lanjut Duncan dengan tingkat signifikansi 5%.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman ozon dan suhu penyimpanan berpengaruh nyata terhadap jumlah bakteri, susut bobot, kekerasan, serta uji sensori (warna, tekstur, dan kesegaran). Namun, tidak ada pengaruh signifikan terhadap kadar vitamin C, chroma dan °hue. Perlakuan terbaik jumlah bakteri paprika yaitu 25 × 105 CFU/ml pada perlakuan suhu penyimpanan 27 ℃ dan perendaman ozon 15 menit, susut bobot yaitu 7,4% dengan perlakuan suhu penyimpanan 10 ℃  dan perendaman ozon 10 menit, kadar vitamin C 133,76 ml/100g dengan perlakuan suhu penyimpanan 10 ℃  dan tanpa perendaman ozon, tingkat kekerasan tertinggi 1,42 N/m² dengan perlakuan tanpa perendaman ozon pada suhu penyimpanan 10 ℃, warna chroma 54,775 , warna hue 62 dengan perlakuan perendaman ozon 15 menit pada suhu penyimpanan 10 ℃, nilai sensori warna 4,71 dengan perlakuan suhu penyimpanan 10 ℃  dan perendaman ozon 5, 10 dan 15 menit, nilai sensori tekstur 4,71 dengan perlakuan suhu penyimpanan 10 ℃  pada perendaman ozon 10 dan 15 menit, dan nilai sensori kesegaran 4,71 dengan perlakuan suhu penyimpanan 10 ℃  dan perendaman ozon 15 menit. &#13;
Perlakuan lama perendaman dalam ozon berpengaruh nyata terhadap jumlah bakteri, kekerasan dan uji sensori yaitu warna, tekstur dan kesegaran, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap vitamin C, kekerasan, uji warna Chroma  dan °hue pada hari ke-12 penyimpanan.&#13;
Perlakuan suhu penyimpanan berpengaruh nyata terhadap jumlah bakteri, susut bobot, kekerasan, penilaian sensori warna, tekstur dan kesegaran pada hari ke-12 penyimpanan. Interaksi antara lama perendaman dan suhu penyimpanan berpengaruh nyata terhadap uji jumlah bakteri dan kekerasan, namun tidak berpengaruh nyata terhadap susut bobot, vit C dan  uji warna Chroma  dan °hue pada hari ke-12 penyimpanan. Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah menggunakan perendaman ozon selama 15 menit pada penyimpanan suhu 10℃. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143223</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-20 13:35:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-20 16:01:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>