<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143207">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISTIK LIMPASAN TERHADAP JUMLAH EROSI DAN SEDIMENTASI PADA DAERAH TANGKAPAN WADUK KEULILING DI KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Farhan Shidiq Asmah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>fakultas teknik pertanian</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Air merupakan kebutuhan penting bagi semua makhluk hidup, dan ketersediaannya dipengaruhi oleh siklus hidrologi yang melibatkan proses seperti penguapan, presipitasi, limpasan, dan infiltrasi. Namun, urbanisasi yang pesat dan pertumbuhan populasi telah menyebabkan perubahan tata guna lahan yang berdampak pada area tangkapan air dan ruang hijau. Perubahan ini, bersama dengan perubahan iklim, telah mengganggu siklus air alami, meningkatkan limpasan, erosi, dan sedimentasi, terutama di daerah tangakapan Waduk Keuliling. Sehingga perlu dilakukan pengukuran limpasan, erosi, dan sedimentasi untuk membantu dan menentukan tindakan pengelolaan pada daerah tangkapan waduk keuliling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limpasan terhadap jumlah erosi dan sedimentasi, pada daerah tangkapan Waduk Keuliling di Kabupaten Aceh Besar.&#13;
Metode penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisa data sekunder yaitu berupa data curah hujan selama 10 tahun terakhir (2014-2023) diperoleh dari BWS Sumatera I, data spasial berupa peta administrasi, peta penggunaan lahan, peta jenis tanah, peta kemiringan lereng dan peta jaringan sungai. Data ini digunakan untuk menganalisis limpasan permukaan berdasarkan metode SCS-CN, debit puncak berdasarkan metode rasional, nilai erodibilitas (K), kelerengan (LS) dan nilai tanaman penutup tanah dan pengelolaan lahan (CP) yang diperlukan untuk menghitung nilai erosi berdasarkan metode MUSLE yang selanjutnya digunakan untuk menentukan nilai sedimen dengan menggunakan model SDR di wilayah DTA Waduk Keuliling yang nantinya diperlukan untuk mengetahui hubungan antara limpasan permukaan, erosi, dan sedimen dengan menggunakan analisis koefisien korelasi dan determinasi.&#13;
Hasil penelitian menunjukan limpasan permukaan tertinggi terjadi pada tahun 2014 sebesar 832,84 mm dan limpasan permukaan terendah terjadi pada tahun 2019 dengan limpasan permukaan sebesar 329,73 mm. Limpasan permukaan terbesar pada penggunaan lahan terjadi pada lahan terbuka, dan pertanian lahan kering campur. Limpasan permukaan terkecil terjadi pada hutan lahan kering sekunder, dan ikuti oleh pertanian lahan kering. Erosi tertinggi tercatat pada lahan terbuka tahun 2014 (1.328,46 ton/ha/tahun) dan terendah pada hutan lahan kering primer tahun 2019 (0,17 ton/ha/tahun). Sedimen tertinggi terjadi pada lahan terbuka tahun 2014 (184,34 ton/ha/tahun), sedangkan terendah pada hutan lahan kering primer tahun 2019 (0,017 ton/ha/tahun). Untuk hubungan antara limpasan permukaan, erosi, dan sedimen terdapat hubungan yang sangat kuat dengan nilai korelasi positif sebesar 0,981 antara limpasan permukaan dan erosi menunjukkan bahwa limpasan permukaan mempengaruhi erosi secara signifikan dengan kontribusi sebesar 96,2%. Sedangkan erosi dan sedimen dengan nilai korelasi positif sebesar 0,999. Erosi berkontribusi sebesar 99,98% terhadap jumlah sedimen yang dihasilkan. Penelitian lanjutan disarankan untuk fokus pada rehabilitasi lahan dan teknik konservasi tanah, serta meningkatkan akurasi perhitungan dengan menggunakan perangkat lunak pemodelan hidrologi untuk memvisualisasikan pola spasial dan memprediksi dampak perubahan tata guna lahan dan iklim.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143207</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-20 12:35:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-20 15:51:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>