<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143173">
 <titleInfo>
  <title>STUDI EKSPLORASI ALASAN PENOLAKAN VAKSINASI PADA KALANGAN ULAMA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Farhan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Penyakit infeksi adalah salah satu penyebab utama kematian global yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi, tetapi cakupan vaksinasi masih rendah di daerah mayoritas Muslim, termasuk Aceh, karena dipengaruhi oleh persepsi tentang kehalalan, keamanan vaksin, dan pengaruh tokoh agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi alasan penolakan vaksinasi di kalangan ulama Aceh serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap sepuluh ulama dan analisis tematik yang dipetakan menggunakan diagram Sankey berdasarkan pekerjaan dan domisili informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama memahami vaksinasi sebagai metode meningkatkan kekebalan tubuh, meskipun terdapat perbedaan pandangan terkait efek samping dan kehalalan vaksin. Sumber informasi utama meliputi tenaga kesehatan untuk akademisi, serta fatwa organisasi keagamaan bagi akademisi Islam dan anggota organisasi Islam. Faktor pendukung pemahaman meliputi kepercayaan terhadap fatwa dan informasi ilmiah, sedangkan hambatan utamanya adalah hoaks, faktor pribadi, dan keterlibatan politik. Penolakan vaksinasi terutama dipengaruhi oleh rumor KIPI yang fatal serta preferensi terhadap obat alternatif, meskipun sebagian ulama menganggap agama dan sains saling mendukung. Faktor agama dalam penolakan mencakup pandangan terhadap hukum Islam, hadits, dan fatwa ulama, di mana vaksin dianggap boleh secara fikih, tetapi dapat berubah status hukumnya dalam kondisi tertentu. Pemahaman ini memengaruhi tindakan yang dilakukan, seperti sosialisasi kepada masyarakat, ceramah, dan pengajaran, meskipun sebagian kecil ulama tidak melakukan tindakan sosialisasi. Penelitian ini memberikan wawasan tentang dinamika pemahaman, sikap, dan tindakan ulama Aceh terhadap vaksinasi serta mengidentifikasi faktor agama dan non-agama yang memengaruhi penerimaan vaksinasi di masyarakat.&#13;
&#13;
Kata kunci: Penolakan vaksinasi, Ulama Aceh, sumber informasi vaksin, alasan penolakan, faktor agama, faktor non-agama.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143173</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-20 10:52:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-20 10:57:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>