<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143141">
 <titleInfo>
  <title>PERBEDAAN FUNGSI KOGNITIF PASIEN PASCA STROKE ISKEMIK DAN HEMORAGIK DI RSUDZA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ratu Aprillia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fungsi kognitif merupakan proses berpikir yang mencakup kemampuan intelektual seperti pemahaman dan penggunaan bahasa, kemampuan berhitung, proses perhatian, memori, serta fungsi eksekutif seperti merencanakan, memecahkan masalah, dan self-monitoring. Gangguan pada fungsi kognitif merupakan hal yang umum terjadi setelah seseorang mengalami stroke, baik iskemik maupun hemoragik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan fungsi kognitif pasien pasca stroke iskemik dan hemoragik di RSUDZA Banda Aceh. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien pasca stroke iskemik dan hemoragik di poliklinik saraf RSUDZA Banda Aceh dengan total 44 responden, 22 responden stroke iskemik dan 22 responden stroke hemoragik. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner Montreal Cognitive Assessment versi Bahasa Indonesia (MoCA-INA). Data dianalisis menggunakan uji t independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 22 responden (50%) stroke iskemik, 19 orang (86,4%) mengalami gangguan fungsi kognitif dan dari 22 responden (50%) stroke hemoragik, 16 orang (72,7%) mengalami gangguan fungsi kognitif. Hasil uji t independen pada fungsi kognitif pasien stroke iskemik dan hemoragik didapatkan bahwa terdapat perbedaan fungsi kognitif pasien pasca stroke iskemik dan hemoragik di RSUDZA Banda Aceh (p value = 0,042). Didapatkan juga perbedaan yang signifikan pada fungsi atensi dan bahasa antara pasien stroke iskemik dan hemoragik (p value = 0,035 dan p value = 0,021).&#13;
Kata Kunci: Fungsi kognitif, stroke iskemik, stroke hemoragik</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>STROKE (DISORDER) - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.81</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143141</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-20 00:55:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-20 11:01:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>