<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="143009">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN RASIO TROMBOSIT LIMFOSIT (RTL) DAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT (RNL) TERHADAP TERJADINYA SINDROM KORONER AKUT DI RSUDZA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rafif Abrar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendahuluan: Penyakit kardiovaskular, termasuk sindrom koroner akut (SKA), menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, dengan 17,9 juta kematian pada tahun 2016 menurut WHO. SKA yang terbagi menjadi ST Elevation Myocardial Infarction (STEMI), Non-ST Elevation Myocardial Infarction (NSTEMI), dan Unstable Angina Pectoris (UAP). Penyakit SKA ini erat kaitannya dengan kejadian aterosklerosis yaitu pengerasan dan penyempitan pembuluh darah akibat tumpukan lemak disertai dengan inflamasi. Aterosklerosis ini sendiri merupakan etiologi utama dari terjadinya sindrom koroner akut. Marker inflamasi seperti RNL dan RTL diketahui mampu menilai keparahan dari aterosklerosis sehingga dapat dijadikan sebagai prediktor kejadian SKA. Tujuan: untuk mengevaluasi hubungan antara rasio netrofil limfosit dan rasio trombosit limfosit terhadap terjadinya sindrom koroner akut di RSUDZA. Metode: penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan menggunakan pendekatan retrospective cross-sectional, di mana data diambil dari 90 data rekam medik pasien SKA di RSUDZA yang dipilih secara purposive sampling. Hubungan RNL dan RTL terhadap SKA dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil: Berdasarkan total 90 pasien, didapatkan 70% laki-laki dan 30% perempuan dengan rentang usia terbanyak 56-65 tahun (37.8%). Pada pasien SKA kelompok nilai RTL yang paling banyak dijumpai adalah &gt; 176 yaitu 37,8%. kelompok nilai RNL yang paling banyak dijumpai adalah &gt; 3,53 yaitu 52,2%. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji Rank Spearman. Hasil uji korelasi menunjukkan  adanya  korelasi  positif  RTL  (r  =  0.378)  dan  RNL  (r  =  0.495)  terhadap  terjadinya  SKA  (p  =  0.000). Kesimpulan: Penelitian ini mendapatkan adanya hubungan yang signifikan antara RTL dan RNL dengan terjadinya SKA di RSUDZA Banda Aceh.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: Rasio Trombosit Limfosit (RTL), Rasio Neutrofil Limfosit (RNL), sindrom koroner akut (SKA)</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>143009</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-19 10:49:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-19 11:04:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>