Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERBANDINGAN BIAYA PERCEPATAN PROYEK DENGAN METODE PENAMBAHAN JAM KERJA (LEMBUR) DAN PENAMBAHAN TENAGA KERJA
Pengarang
Musdalifah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0504101020066
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2011
Bahasa
Indonesia
No Classification
692.5
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Percepatan umur proyek merupakan salah satu upaya yang dilakukan pelaksana jika suatu proyek mengalami keterlambatan bilamana pelaksana proyek ingin menyelesaikan proyek tersebut lebih awal dari waktu yang tersedia karena alasan tertentu, Tujaun utama dalam perencanaan ini adalah mengetahui berapa atau perbandingan jumlah biaya percepatan yang didapat dengan mengunakan metode penambahan jam kerja (lembur) dan penambahan tenaga kerja. Ruang lingkup perencanaan ini adalah perbandingan biaya akibat percepatan dengan metode penambahan jam kerja dan penambahan tenaga kerja pada proyek Pembangunan Tahap II Laboratorium Hewan Type A Lanjutan, Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Provinsi Aceh. Data yang digunakan dalam perencanaan ini yaitu data skunder yang meliputi Rencana Angaran Biaya, Analisa Harga Satuan, Time Schedule. Pada penjadwalan ulang metode jenis kegiatan kritis. Percepatan proyek dilakukan pada semua kegiatan-kegiatan kritis dimana percepatan PDM 25 muncul kurun waktu pelaksanaan penambahan jam kerja (lembur) dan penambahan tenaga kerja dilakukan pada kegiatan kritis yang mempunyai cost slope terendah dengan batasan percepatan sampai terbentuk jalur kritis baru, bila kurun waktu percepatan belum maksimal dilakukan pemilihan pemendekan durasi kegiatan yang bisa memaksimalkan kurun waktu percepatan. Dari hasil perhitungan perbandingan biaya percepatan diperoleh hasil pemendekan durasi kedua metode dari I50 menjadi 134 hari, maka terjadi percepatan yaitu I6 hari dan diperoleh I0 (sepuluh) kegiatan untuk kedua metode yaitu pada kegiatan Galian Tanah Pondasi, Pembesian Sloof 30/50, Pembesian Sloof 20/35, Kolom 40/40, Kolom 25/25, Kolom 13/13, Kusen, Plafond Gypsum 9mm, Rangka Kayu untuk Plafond, Pengecetan Plafond hari Luar dan Dalam. Perbandingan biaya yang diperoleh dengan metode penambahan jam kerja (lembur) sebesar Rp. 11.246.641,684, dan biaya yang diperoleh dengan metode penambahan tenaga kerja sebesar Rp. 3.526.000,00,-. Berdasarkan hasil kedua metode tersebut percepatan dengan metode penambahan tenaga kerja yang menimbulkan biaya lebih kecil, sehingga efesiensi biaya percepatan dengan metode penambahan tenaga kerja lebih murah dibandingkan dengan penambahan jam kerja (lembur).
Tidak Tersedia Deskripsi
PADA PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG (RIFAT ADITYA HAWARI, 2020)
PERKIRAAN BIAYA KONSTRUKSI RUMAH TIPE 36 BERDASARKAN ESTIMASI WAKTU PENYELESAIAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE PERT (Rizayana, 2024)
ANALISA PERCEPATAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE CPM DAN TCTO (STUDI KASUS PEMBANGUNAN PUSKESMAS DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR) (Risdiawati, 2024)
PERENCANAAN BIAYA PERCEPATAN WAKTU PENYELESAIAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM LAB SCHOOL DARUSSALAM - BANDA ACEH (Putri Armanusah, 2024)
PERENCANAAN BIAYA PERCEPATAN WAKTU PENYELESAIAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG OUDITORIUM KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN AGAMA BANDA ACEH (Teuku Heryansyah, 2024)