<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="142849">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH CHEST THERAPY TERHADAP PERBAIKAN GEJALA DAN FUNGSI PARU PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK EKSASERBASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yuris Hikman Karunia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas kedokteran - Program studi pendidikan spesialis-i pulmonologi dan kedokteran respirasi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Chest therapy merupakan program fisioterapi yang bermanfaat untuk beberapa kasus respirasi, baik yang bersifat akut maupun kronik untuk pasien yang memiliki sekret yang kental dan terlokalisasi seperti pasien PPOK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh tindakan chest therapy terhadap fungsi paru dengan menilai arus puncak ekspirasi (APE), dan skor gejala dengan menilai skala BORG, skala Modified Medical Research Council (mMRC) dan COPD assessment test (CAT) pada pasien PPOK eksaserbasi di ruang rawat paru RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan penelitian pre-test and post-test with one group. Penelitian ini menggunakan peak flow meter untuk menilai APE dan kuesioner (BORG, mMRC dan CAT) untuk mengevaluasi gejala sesak napas setelah dilakukan chest therapy selama 6 hari terhadap 30 pasien pada Maret-Mei 2024. Hasil analisis data setelah chest therapy menunjukan bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata APE (6,40 L/i) dari 29,20±6,26L/i menjadi 35,60±7,65L/i, penurunan skala BORG dari dominan skala 4 (56,7%) menjadi skala 2 (40%), penurunan skala mMRC dari dominan skala 3 (40%) menjadi skala 2 (33,3%) dan penurunan nilai CAT dari kategori tinggi (76,7%) menjadi kategori sedang (53,3%). Analisis data bivariat menggunakan uji T dan uji Wilcoxon. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat pengaruh antara chest therapy dengan peningkatan nilai APE, penurunan skala BORG, penurunan CAT tetapi tidak terdapat pengaruh antara chest therapy dengan penurunan skala mMRC. Oleh karena itu, chest therapy dapat disarankan untuk mengurangi gejala dan perbaikan fungsi paru pada pasien PPOK eksaserbasi di ruang rawat paru RSUDZA Banda Aceh.&#13;
Kata Kunci: PPOK, chest therapy, APE, skala BORG, skala mMRC, CAT</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>THERAPY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>LUNG DISEASE - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.24</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>142849</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-17 16:46:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-18 11:19:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>