<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="142827">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI PROGRAM PENANGGULANGAN KASUS RESISTENSI TERHADAP MDR-TB PADA PASIEN TB SAAT PANDEMI COVID-19 DI PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Isbandi Wijaya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Notifikasi jumlah kasus tuberkulosis resistensi obat (RO) tertinggi pada tahun 2019 (11.463 kasus yang ternotifikasi), namun akibat distrupsi pandemi COVID-19 menurun signifikan pada tahun 2020 menjadi 7.921 kasus yang ternotifikasi dan pada tahun 2021 kembali mengalami kenaikan menjadi 8.296 kasus ternotifikasi, walaupun kembali meningkat secara signifikan seperti tahun 2019. Alasan utama terjadinya peningkatan ini diperkirakan karena dampak pandemi COVID-19 pada deteksi TB, hal ini memberikan pengaruh pada pelayanan yang terhambat, kualitas perawatan dan pengobatan yang lebih rendah, refocusing dana pada program penanggulangan TB, MDR-TB, dan TB-HIV, penurunan deteksi kasus TB dan kegiatan yang lebih rendah dalam pemantauan, evaluasi dan pengawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan dan evaluasi program penanggulangan kasus MDR-TB selama pandemi COVID-19 di Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan desain intrinsic case study dengan menggunakan model analisis Miles and Huberman. Peneliti melakukan wawancara terhadap enam responden yang berkecimpung dalam program penanggulangan tuberculosis resisten obat selama pandemi COVID-19. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi hambatan pada pelaksanaan program pencegahan dan pelayanan TB/TB RO di tiap tingkatan (Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar dan Puskesmas Darul Imarah) selama pandemi COVID-19, khususnya pada aspek program dan pelayanan yang terhambat, perubahan fokus surveilans TB saat pandemi COVID-19, pengendalian faktor resiko, dan penemuan kasus TB/TB RO yang menurun. Didapatkan juga bahwa ketersediaan obat TB selama pandemi tidak mengalami gangguan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan program dan pelayanan TB/TB RO selama pandemi COVID-19 mengalami hambatan yang signifikan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>142827</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-17 15:41:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-17 15:47:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>