<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="142773">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN PEDAS DENGAN KEJADIAN TONSILITIS KRONIK PADA PASIEN DI RSUDZA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ulfa Zahra Sisca</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tonsilitis kronik adalah kondisi inflamasi pada tonsil yang sering kali mengganggu&#13;
aktivitas sehari-hari penderita. Berbagai faktor risiko telah diidentifikasi, termasuk&#13;
pola makan. Makanan pedas, yang banyak dikonsumsi, diduga berperan dalam&#13;
kejadian tonsilitis kronik. Namun, bukti ilmiah yang mendukung hal ini masih&#13;
terbatas. Penelitian ini menyelidiki hubungan antara konsumsi makanan pedas&#13;
dengan kejadian tonsilitis kronis pada pasien di RSUDZA Banda Aceh.&#13;
Menggunakan desain case-control retrospektif, penelitian menganalisis data dari 76&#13;
peserta (38 kasus tonsilitis kronik dan 38 kontrol). Data tentang karakteristik&#13;
demografis (usia dan jenis kelamin) dan frekuensi konsumsi makanan pedas&#13;
dikumpulkan menggunakan Kuesioner Frekuensi Makanan (FFQ). FFQ menilai&#13;
konsumsi makanan pedas selama tiga bulan sebelumnya, mengkategorikan peserta&#13;
sebagai konsumen yang sering atau jarang berdasarkan skor median yang dihitung.&#13;
Analisis univariat mengungkapkan distribusi peserta yang relatif merata di seluruh&#13;
kelompok usia, dengan proporsi terbesar termasuk dalam kategori remaja akhir (17-&#13;
25 tahun), dan proporsi peserta wanita yang lebih tinggi (57,9%). Distribusi&#13;
konsumen makanan pedas yang sering dan jarang menunjukkan jumlah yang sama,&#13;
dengan 19 orang pada masing-masing kelompok kasus dan kontrol. Analisis&#13;
bivariat, menggunakan uji Chi-square, menunjukkan tidak ada hubungan (p-value&#13;
= 1,000) antara frekuensi konsumsi makanan pedas dan kejadian tonsilitis kronik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TONSILLITIS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.314</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>142773</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-17 10:57:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-18 11:45:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>