<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14275">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK JAHE (ZINGIBER OFFICINALE ROSCOE) TERHADAP PORPHYROMONAS GINGIVALIS SECARA IN VITRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ana Farhana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Nama : Ana Farhana&#13;
Program Studi : Pendidikan Dokter Gigi Fakultas : Kedokteran Gigi&#13;
Judul : Potensi Antibakteri Ekstrak Jahe (Zingiber officinale Roscoe) Terhadap Porphyromonas gingivalis&#13;
Periodontitis kronis adalah penyakit periodontal yang umum terjadi di masyarakat dengan prevalensi 96,58% pada usia 35 tahun ke atas. Penyebab utama periodontitis kronis adalah akumulasi plak dan bakteri. Bakteri yang paling dominan pada periodontitis kronis adalah Porphyromonas gingivalis. Jahe (Zingiber officinale Roscoe) merupakan tanaman rempah-rempah yang banyak digunakan oleh masyarakat, mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, terpenoid, fenol, dan minyak atsiri yang bersifat antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antibakteri ekstrak jahe (Zingiber officinale Roscoe) terhadap Porphyoromonas gingivalis dengan berbagai konsentrasi yaitu 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 100%. Uji potensi antibakteri dilakukan dengan menempatkan kertas cakram yang telah dicelupkan pada kelompok uji dengan 5 konsentrasi kemudian diletakkan pada permukaan media MHA (Mueller Hilton Agar) yang telah ditumbuhkan Porphyromonas gingivalis, dan diinkubasi selama 24 jam pada suhu 370C dalam suasana anaerob. Selanjutnya zona hambat dihitung dengan menggunakan jangka sorong. Data di analisis dengan uji one way ANOVA yang menunjukkan bahwa ekstrak jahe (Zingiber officinale Roscoe) dapat menghambat Porphyromonas gingivalis dengan probabilitas (P</note>
 <subject authority="">
  <topic>PERIODONTITIS - DENTISTRY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GINGER</topic>
 </subject>
 <classification>617.632</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>14275</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-06-24 09:14:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-06-29 10:24:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>