<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="142739">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI JENIS LONGSORAN DAN ANALISIS FAKTOR KEAMANAN LERENG MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT METHOD (FEM) DENGAN BANTUAN FOTOGRAMETRI TERESTRIAL DI JL. BANDA ACEH-MEULABOH, KM 21, LEUPUNG, ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Najwa Salsabila Miraza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Pertambangan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia merupakan negara tropis memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau, yang mengakibatkan batuan mengalami pelapukan, banyak faktor lain yang mempengaruhi terjadinya longsoran diantaranya, lereng yang terjal, aktivitas manusia, jenis batuan juga sangat mempengaruhi kuatnya sebuah lereng, oleh karna itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terhadap sebuah lereng pada Kecamatan Leupung, Aceh Besar, KM 21. Lereng ini berada tepat dipinggir jalan utama Banda Aceh-Meulaboh, sehingga memiliki resiko yang tinggi terhadap kecelakaan akibat longsor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis longsoran berdasarkan parameter arah kemiringan dan bidang kemiringan sebuah kekar, kemudian mendapatkan nilai indeks kekuatan batuan menggunakan perhitungan Geological Strength Index (GSI) bertujuan untuk membantu mendapatkan nilai faktor keamanan lereng menggunakan Finite Element Method (Metode Elemen Hingga). Nilai Geological Strength Index (GSI) menunjukkan angka 50,76 sehingga menggambarkan keadaan lereng yang stabil. Hasil menunjukkan teridentifikasi satu jenis longsoran pada lereng ini, yaitu jenis longsoran guling (flexural toppling) dan menunjukkan adanya beberapa variasi nilai faktor keamanan lereng, memberikan wawasan penting untuk pengelolaan resiko longsoran di daerah tersebut. Faktor keamanan lereng pada penelitian ini memperoleh hasil lebih dari satu yang dianggap stabil secara teoritis, sedangkan secara praktek lereng dianggap kritis dikarenakan nilai FK dalam rentang 1,07-1,5, menurut Bowles (1984).&#13;
Kata Kunci: Lereng, Jenis Longsoran, Faktor Keamanan, Geological Strength Index, Finite Element Method.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>142739</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-16 23:20:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-17 10:16:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>