<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="142735">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENGARUH JARAK, SUDUT, DAN JUMLAH PENGAMBILAN GAMBAR  TERHADAP KEAKURATAN PREDIKSI PERSEBARAN FRAGMENTASI MENGGUNAKAN  SOFTWARE SPLIT DESKTOP DENGAN EVALUASI ROOT MEAN SQUARE ERROR (RMSE)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FERDINAL MUHAMMAD</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Pertambangan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fragmentasi batuan mempengaruhi berbagai aspek dalam aktivitas pertambangan, termasuk biaya operasional, pengolahan batuan, dan kapasitas alat berat. Oleh karena itu, evaluasi penyebaran fragmentasi batuan diperlukan untuk merancang geometri peledakan yang efisien. Fragmentasi batuan yang baik juga dapat meningkatkan efisiensi dalam pengolahan mineral sehingga kegiatan pertambangan dapat berjalan dengan lancar. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam pengukuran penyebaran fragmentasi, dilakukan percobaan terhadap pengaruh pengambilan gambar dari tiga kombinasi dengan 36 sampel foto. Pengambilan gambar dilakukan pada tiga jarak, yaitu 1 meter, 1,5 meter, dan 2 meter. Sudut pengambilan gambar dilakukan pada 10°, 20°, dan 30°, dengan banyaknya pengambilan gambar dari empat sisi. Penelitian ini membandingkan nilai aktual diameter batuan asli dengan hasil prediksi yang diolah menggunakan software split desktop demo 2.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak 1,5 meter adalah yang paling optimal, karena memiliki nilai RMSE yang merata dan relatif kecil. Ditinjau dari grafik perbandingan, rata-rata data prediksi pada jarak 1,5 meter mendekati nilai aktual. Sudut yang paling optimal adalah 20°, dengan nilai RMSE paling kecil dan rentang yang paling konsisten ketika ditinjau dari banyaknya pengambilan gambar. Pengaruh pengambilan gambar dari berbagai sisi memberikan perspektif yang lebih representatif terhadap model fragmentasi, sehingga nilai RMSE yang dihasilkan mencerminkan tingkat akurasi yang lebih baik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ENGINEERING GEOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MINING - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>IMAGE PROCESSING - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>622</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>142735</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-16 23:10:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-17 10:24:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>