MAKNA MOTIF PADA KERAJINAN BORDIR DI GAMPONG BAET MEUSAGO KECAMATAN SUKA MAKMUR ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

MAKNA MOTIF PADA KERAJINAN BORDIR DI GAMPONG BAET MEUSAGO KECAMATAN SUKA MAKMUR ACEH BESAR


Pengarang

Amna Yusra - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Tengku Hartati - 197108122006042001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2006102030107

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1)., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Motif yang terdapat pada kerajinan bordir Aceh diambil dari ragam hias dan simbol- simbol khas daerah Aceh. Motif tersebut tentu mengandung makna yang berkaitan dengan tradisi masyarakat Aceh yang belum banyak diketehui oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna motif pada kerajinan bordir Aceh yang terletak di Gampong Baet Meusago Kecamatan Suka Makmur Aceh Besar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, subjek penelitian ini adalah pelaku seni dan pihak Dekranasna yang memiliki pengetahuan mendalam terkait penelitian. Objek penelitian adalah kerajinan bordir Aceh. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan makna denotatif terinspirasi dari bentuk garis, dedaunan, oval, spiral, lingkaran, simbol tambah, simbol silang, persegi panjang dan segitiga. Makna konotatif pada kerajinan bordir yairu pada motif Pinto Aceh (keterbukaan), Cacing (siklus kehidupan yang berkelanjutan), Pucok Reubong (kehidupan manusia), Awan Meucanek (perubahan dan keindahan), Bungong Melati (kesucian), Kacang (kemakmuran), Batik Kacang (kesuburan), Tapak Liman (kepercayaan akan hal ghaib) dan Iku Abo (kehidupan masyarakat Aceh)

Kata Kunci : Makna, Motif, Kerajinan

ABSTRACT The motifs found in Acehnese embroidery crafts are taken from decorative motifs and symbols typical of the Aceh region. These motifs certainly contain meanings related to the traditions of the Acehnese people that are not widely known by the public. This study aims to determine the meaning of the motifs on Acehnese embroidery crafts located in Gampong Baet Meusago, Suka Makmur District, Aceh Besar. Using a qualitative approach with a descriptive type, the subjects of this study were artists and Dekranasna who had in-depth knowledge related to the research. The object of the study was Acehnese embroidery crafts. Data were obtained using observation, interview and documentation techniques. Data analysis techniques used data reduction, data display and data verification. The results of the study showed that the denotative meaning was inspired by the shape of lines, leaves, ovals, spirals, circles, plus symbols, cross symbols, rectangles and triangles. The connotative meaning of embroidery crafts is in the Pinto Aceh motif (openness), Cacing (continuous life cycle), Pucok Reubong (human life), Awan Meucanek (change and beauty), Bungong Melati (purity), Kacang (prosperity), Batik Kacang (fertility), Tapak Liman (belief in the supernatural) and Iku Abo (life of the Acehnese people). Keywords : Meaning, Motif, Craft

Citation



    SERVICES DESK