<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="142667">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN KOMPOSISI TUBUH TERHADAP SIKLUS MENSTRUASI  DENGAN PENGUKURAN BIOELECTRICAL IMPEDANCE ANALYSIS (BIA) PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>INTAN MALLIKA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim yang disertai pendarahan dan terjadi setiap bulan, kecuali saat kehamilan. Gangguan menstruasi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti stres, usia, penyakit metabolik, dan asupan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komposisi tubuh dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini analitik observasional dengan pendekatan cross sectional melibatkan 182 mahasiswi angkatan 2021 dan 2022 yang dipilih secara simple random sampling. Data siklus menstruasi dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan komposisi tubuh diukur dengan BIA (Bioelectrical Impedance Analysis). Hasil analisis menunjukkan bahwa fat mass (OR = 1,13; p &lt; 0,05) dan Body Mass Index (BMI) (OR = 1,28; p &lt; 0,05) berhubungan signifikan dengan risiko siklus menstruasi abnormal. Sebaliknya, muscle mass (OR = 0,92; p &gt; 0,05) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Peningkatan fat mass dan BMI masing-masing meningkatkan risiko siklus menstruasi abnormal sebesar 13% dan 28%. Kesimpulannya, fat mass dan Body Mass Index (BMI) merupakan faktor risiko signifikan untuk siklus menstruasi abnormal pada mahasiswi. Hasil dari penelitian ini menyoroti pentingnya pengelolaan komposisi tubuh untuk mendukung keteraturan siklus menstruasi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>142667</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-16 12:56:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-16 15:14:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>