<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="142651">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH MINYAK JARAK PADA PEMBUATAN MEMBRAN  POLIURETAN  DARI GEL KARAGENAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Marieska dwi Andita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Telah  dihasilkan  membran  poliuretan  (PU)  dari  gel karagenan  dengan  2,4 tolilen diisosianat  (TDI)  menggunakan  pelarut  1,4 dioksan  dan  pemlastis  minyak jarak. Membran  dibuat dengan  komposisi  gel  karagenan  yang bervariasi  dari  0,25 ;  0,5 ;&#13;
0,65  ;  0,75  ;   1   dan 2 mL.  Karagenan  dihasilkan  dari ekstraksi  rumput  laut  merah jenis  Eucheuma  cottonii  dengan   pelarut   metanol.   Rendemen   karagenan   yang dihasilkan  68,7  % dari  total berat rumput  laut kering.  Analisis  gugus  fungsi  gel karagenan   menggunakan  FTIR  mempunyai  serapan   yang  kuat  terhadap   gugus hidroksil   yaitu   pada   bilangan   gelombang   3438,8   cm'.   Membran   poliuretan dihasilkan  dari kornposisi  optimum   sebesar  0,75 mL gel karagenan,  1   mL TDI, 3 mL  dioksan   dan  2  ml  minyak  jarak  pada  temperatur   90  °C  selama   1,5  jam. Karakterisasi   membran    poliuretan   dilakukan    menggunakan   FTIR,   DTA   dan&#13;
ultrafiltrasi.  Hasil FTIR  menunjukkan terbentuknya  ikatan  uretan  (N-H pada  v =&#13;
725,2 cm1',  C-N pada      =1461,9  cm1,  C-O pada      =  1168,8  cm'1  dan C=O pada&#13;
=1737,7   cm1').   Suhu   Tg,   Tm   dan   Td   dari   membran    PU   yang   diukur menggunakan DTA, berada pada suhu  167 9C, 450 C dan 608 &quot;C sedangkan  nilai fluks dan faktor rejeksi  dari  membran  yang dihasilkan  yaitu 246,98  L/m2  jam  dan&#13;
22%.  Membran   yang  dihasilkan   belum  maksimal   untuk  diaplikasikan  sebagai membran  ultrafiltrasi  karena tidak tahan pada tekanan  tinggi.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci:  rumput  laut, karagenan,  tolilen diisosianat,  poliuretan,  membran,&#13;
ultrafiltrasi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MEMBRANE PROCESSES - CHEMICAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>660.284 24</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>142651</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-16 12:04:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-16 12:06:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>