<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="142569">
 <titleInfo>
  <title>PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM  DALAM MENCARI LITERASI DIGITAL TENTANG PENIPUAN ONLINE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Raihan Al farizi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik	Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengguna media sosial di Indonesia semakin meningkat. Kasus penipuan online juga semakin meningkat dan menghasilkan kerugian besar. Melalui wawancara awal peneliti, 20 mahasiswa mengaku pernah menerima motif penipuan online. Literasi digital diperlukan untuk dapat membuat lingkungan internet yang positif dan menurunkan angka kejahatan siber. Mahasiswa menjadi fokus pada penelitian ini dikarenakan mahasiswa diharpkan dapat mengenali sebuah infromasi yang keliru, melindungi hal yang bersifat privasi dan mengetahui efek dari kegiatan yang dilakukan dalam dunia digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dalam bidang ilmu komunikasi dan menggunakan teori uses and effect. Informan pada penelitian ini berjumlah 5 orang dan dipilih sesuai dengan cara purposive sampling, terdiri dari Mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang memenuhi kebutuhan penelitian untuk dapat menjadi informan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data oleh Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah seberapa banyak atau sedikit durasi rata-rata penggunaan Instagram dan seberagam apapun topik yang para pengguna sukai di Instagram, konten literasi digital tentang penipuan online memiliki kemungkinan untuk dapat muncul di Instagram para pengguna baik pada menu explore, Instagram story dan melalui konten berbayar atau iklan. Pengguna berkemungkinan akan mendapatkan konten literasi digital tentang penipuan online di Instagramnya daripada mencarinya terlebih dahulu. Terdapat peningkatan literasi digital tentang penipuan online pada kelima informan. Penelitian ini membuktikan bahwa media sosial Instagram dapat digunakan untuk mencari literasi digital tentang penipuan online dalam bentuk konten dan penggunaan media sosial Instagram dapat meningkatkan literasi digital tentang penipuan online.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>142569</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-14 14:04:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-16 08:57:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>