Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM MENCARI LITERASI DIGITAL TENTANG PENIPUAN ONLINE
Pengarang
Muhammad Raihan Al farizi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Maini Sartika - 198105012023212017 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2010102010121
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Ilmu Komunikasi.,
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pengguna media sosial di Indonesia semakin meningkat. Kasus penipuan online juga semakin meningkat dan menghasilkan kerugian besar. Melalui wawancara awal peneliti, 20 mahasiswa mengaku pernah menerima motif penipuan online. Literasi digital diperlukan untuk dapat membuat lingkungan internet yang positif dan menurunkan angka kejahatan siber. Mahasiswa menjadi fokus pada penelitian ini dikarenakan mahasiswa diharpkan dapat mengenali sebuah infromasi yang keliru, melindungi hal yang bersifat privasi dan mengetahui efek dari kegiatan yang dilakukan dalam dunia digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dalam bidang ilmu komunikasi dan menggunakan teori uses and effect. Informan pada penelitian ini berjumlah 5 orang dan dipilih sesuai dengan cara purposive sampling, terdiri dari Mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang memenuhi kebutuhan penelitian untuk dapat menjadi informan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data oleh Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah seberapa banyak atau sedikit durasi rata-rata penggunaan Instagram dan seberagam apapun topik yang para pengguna sukai di Instagram, konten literasi digital tentang penipuan online memiliki kemungkinan untuk dapat muncul di Instagram para pengguna baik pada menu explore, Instagram story dan melalui konten berbayar atau iklan. Pengguna berkemungkinan akan mendapatkan konten literasi digital tentang penipuan online di Instagramnya daripada mencarinya terlebih dahulu. Terdapat peningkatan literasi digital tentang penipuan online pada kelima informan. Penelitian ini membuktikan bahwa media sosial Instagram dapat digunakan untuk mencari literasi digital tentang penipuan online dalam bentuk konten dan penggunaan media sosial Instagram dapat meningkatkan literasi digital tentang penipuan online.
Social media users in Indonesia are increasing. Online fraud cases are also increasing and resulting in huge losses. Through the researcher's initial interviews, 20 students claimed to have received online fraud motives. Digital literacy is needed to be able to create a positive internet environment and reduce the number of cyber crimes. Students are the focus of this research because students are expected to be able to recognize false information, protect privacy and know the effects of activities carried out in the digital world. This research uses a descriptive qualitative approach in the field of communication science and uses and effect theory. The informants in this study amounted to 5 people and were selected according to purposive sampling, consisting of Syiah Kuala University students who met the research needs to become informants. The data collection methods used were semi-structured interviews and documentation. This research uses data analysis techniques by Miles and Huberman, namely data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. The result of this study is that no matter how much or how little the average duration of Instagram usage is and no matter how diverse the topics that users like on Instagram, digital literacy content about online fraud has the possibility to appear on Instagram users both in the explore menu, Instagram stories and through paid content or advertisements. Users are likely to get digital literacy content about online fraud on their Instagram rather than searching for it first. There is an increase in digital literacy about online fraud in all five informants. This study proves that Instagram social media can be used to find digital literacy about online fraud in the form of content and the use of Instagram social media can increase digital literacy about online fraud.
PEMBUATAN VIDEO ANIMASI 3D “PENIPUAN BLACK MARKET DAN BEA CUKAI PALSU” (Muhammad Rayhan Ade Wijaya, 2025)
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM MENINGKATKAN LITERASI KESEHATAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA (HENDRA KURNIAWAN, 2021)
KARAKTERISTIK BAHASA ONLINE SHOP PADA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (MANDA RIZKI PRATIWI, 2022)
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM OLEH UMKM @MOCHICA UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK (MUHAMMAD RIZKI, 2025)
EFEKTIVITAS ENDORSEMENT INFLUENCER TERHADAP TINGKATRNPENJUALAN FASHION PADA ONLINE SHOP FITMEE.ID (Rina Safrianti, 2022)