<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="142547">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH   RADIASI   INFRA   MERAH PADA   KENTANG   (SOLANUM   TUBEROSUM    L)    SEBELUM   PENYIMPANAN TERHADAP   KADAR   GULA   PEREDUKSI    DAN  KUALITAS   KERIPIK (CHIPS) KENTANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dewi masyithah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam  rangka  intensifikasi  tanaman  hortikultura,  kentang  merupakan  salah satu komoditas  prioritas  yang  dikembangkan   di berbagai  daerah  terutama  disentra- sentra  produksi  kentang.  Hal ini merupakan  langkah konkret  dalam  mengantisipasi masalah  pangan  pada  masa  pembangunan   pabrik   atau  industri  pengolahan   hasil pertanian  yang   menyebabkan  permintaan kentang  untuk bahan  olahan industri  yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.&#13;
Produktivitas   kentang  Granola   rata-rata  di  Indonesia     masih  rendah  yang berkisar  sekitar  15  ton   per hektar.  Granola  merupakan  varietas  kentang  introduksi yang sudah cukup lama dibudidayakan  di Indonesia.  Sementara  itu, kentang Granola yang diproduksi  di Provinsi Aceh   tidak dapat diolah  menjadi keripik (chips) karena kandungan   gula  pereduksinya   tinggi,  terlebih   lagi  kalau  disimpan  dalam  jangka waktu   yang  lama.  Akibatnya   kentang   dari  Aceh,  penggunaannya   terbatas  hanya sebagai  sayuran  bukan  bahan  baku  industri,  walaupun  terdapat  lebih  dari  3.000  ha luas lahan potensial  untuk pengembangan kentang.   Oleh Sebab itu untuk mengatasi keadaan tersebut maka perlu penelitian  dalam proses pasca panen sehingga kadar gula pereduksi dapat ditekan, sehingga kentang dapat digunakan dalam suatu industri pengolahan  dan dijadikan sebagai keripik (chips)   kentang.&#13;
Penelitian   ini dilakukan   dengan   menggunakan   Rancangan   Acak  Lengkap&#13;
&#13;
(RAL)   faktorial   pola 3x3  yang terdiri dari dua faktor yaitu: Faktor waktu radiasi infrared  yang terdiri  dari 3  taraf yaitu T1  (15 menit), T2 (25 meni), T3  (35 menit). Faktor  lama  penyimpanan   (P)  yang  terdiri  atas  3  taraf yaitu:  P1  (0 bulan),  P2  ( bulan), dan P3 (2 bulan). Untuk kontrol disimpan pada RH 80%, suhu 27-30°.&#13;
Hasil penelitian  ini menunjukkan bahwa  lama penyimpanan  (P) pada  kentang memberikan  pengaruh    sangat  nyata   (P  0,01)  terhadap  kadar  bahan  kering   (dry matter)  dan organoleptik rasa, serta berpengaruh nyata (P   0,05)    terhadap  kadar  pati,  organoleptik&#13;
aroma,  warna  dan  tekstur.  Waktu  radiasi  (T) berpengaruh sangat  nyata  (P &lt; 0,01)&#13;
&#13;
terhadap  kadar  bahan kering  (dry matter), kadar  asam amino,  dan nilai organoleptik rasa   serta  berpengaruh  tidak  nyata   (P  &gt;  0,05)  terhadap   nilai   kadar   pati,   nilai organoleptik aroma, warna dan tekstur. Interaksi antara lama penyimpanan dan waktu radiasi  (TP)   berpengaruh tidak nyata  (P &gt; 0,05)  terhadap  kadar  bahan  kering  (dry matter), kadar  pati, asam  amino, nilai  organoleptik aroma,  rasa, warna  dan  tekstur. Kadar gula pereduksi  terendah diperoleh  pada perlakuan  waktu radiasi 25 menit (T2), dan lama penyimpanan 1  bulan (P2).&#13;
Keripik  (chips) dengan  perlakuan  terbaik  yang  diperoleh  dari  hasil  analisis kadar  bahan  kering  (dry  matter),  analisis  asam  amino  bebas  dan organoleptik rasa yaitu perlakuan  waktu radiasi  35 menit dan penyimpanan 2 bulan (T3P3), yaitu kadar bahan   kering   sebesar   16,79%,  asam   amino   bebas   sebesar   1,02  g/Kg   BK,  dan organoleptik rasa dengan nilai 3,93 (netral).&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>142547</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-13 16:41:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-13 16:41:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>