<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="142535">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI PEDAGOGI OLEH GURU SMP NEGERI KOTA BANDA ACEH DALAM PROGRAM QUALITY TEACHING ROUNDS (QTR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hannah-Charis Orella Ora VDH Walker</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Administrasi Pendidikan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Quality Teaching Rounds (QTR), sebuah program pengembangan profesional dari Australia, dapat mengatasi kekurangan guru Indonesia, termasuk keterampilan pedagogis, kolegialitas dan agensi, karena memberdayakan guru dalam komunitas pembelajaran profesional (PLC) untuk belajar dari praktik masing-masing dengan membuat evaluasi pedagogi, kemudian mendiskusikannya sebagai kelompok. Kajian QTR di Indonesia terbatas pada eksperimen terhadap aspek tertentu programnya, dan kesesuaian keseluruhan program dengan konteks Indonesia belum diketahui. Penelitian eksploratori kualitatif ini berfokus pada penerapan QTR di dua SMPN Indonesia, masing-masing ada 1 PLC dengan 4 anggota guru. Satu aspek kunci dari QTR diselidiki secara mendalam: evaluasi pedagogi oleh guru. Tujuan studi pertama adalah menggambarkan evaluasi pedagogi individu guru dibandingkan dengan evaluasi 'pakar', yang disambungkan dengan kajian kedua, yang bertujuan melihat bagaimana guru menyampaikan dan menjelaskan evaluasi mereka. Data dokumentasi termasuk Lembar Pengkodean (LP) guru, transkrip rekaman audio, dan LP pakar; data observasi mencakup catatan peneliti selama Hari PLC dan FGD. Analisis tematik hibrid dimulai dengan coding deduktif pada LP. Empat pola ditemukan sesuai dengan tujuan studi pertama: evaluasi pedagogi guru (1) lebih sering tidak sesuai daripada sama dengan evaluasi pakar, (2) lebih sering lebih tinggi daripada lebih rendah dibandingkan dengan pakar, (3) lebih mirip intra-PLC, dan (4) menunjukkan keterampilan dalam mengevaluasi. Studi kedua menerapkan coding induktif refleksif pada transkrip dan menghasilkan 6 tema yang menjawab tujuan yang kedua: 1. Masalah Bahasa, 2. Pengetahuan Pedagogik Sebelumnya yang Rendah, 3. Sikap Malu terhadap Skor Rendah, 4. Bangga terhadap Skor Tinggi, 5. Budaya Hierarkis, dan 6. Karakteristik Guru. Penelitian menyimpulkan bahwa QTR cocok diterapkan di Indonesia berdasarkan tema keenam, yaitu faktor karakteristik guru, tetapi di sisi lain, berdasarkan tema 1 sampai 5, QTR cocok apabila faktor bahasa, pengetahuan awal, budaya nasional dan konteks tempat kerja dapat dipahami terlebih dahulu.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>142535</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-13 16:01:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-13 16:07:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>