<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="142527">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN PELAPISAN  KITOSAN  SEBAGAI PELAPIS ALAMI DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAMA PENYIMPANAN TOMAT  SEGAR.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Etria Hasmarita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kitosan  merupakan  produk  turunan  dari  polimer  kitin yaitu  produk  sarnping (limbah)  dari pengolahan  industri perikanan,  khususnya  udang dan rajungan. Kitosan mempunyai  potensi  yang cukup baik sebagai  pelapis  buah-buahan  (El-Ghaouth et al.,&#13;
1992).    Buah    tomat    setelah    dipanen    masih    melakukan     proses    metabolisme&#13;
&#13;
menggunakan  cadangan makanan yang terdapat di dalamnya sehingga kandungan nutrisinya  akan berkurang  (Wills et al., 1998;   Kays.  1991 ).&#13;
Metode  yang  digunakan   untuk  menghambat   proses  metabolisme   pada  buah tomat  dapat  diatasi  dengan  penyimpanan   atmosfer  terkendali  (Kader,   1985;  Stow,&#13;
1995; Siddiqui  el al., 1996).  Namun metode  ini  memerlukan  biaya yang tinggi.  Oleh&#13;
&#13;
karena  itu  terdapat   metode   lain  yang  lebih  praktis  dan  ekonomis   adalah  dengan meniru   mekanisme   atmosfer   terkendali   tersebut   yaitu  dengan   penggunaan   bahan pelapis  (coating) dari kitosan.  Oleh karena  itu, penelitian  ini bertujuan untuk  melihat pengaruh  pelapisan  kitosan  terhadap  mutu  dan  masa simpan  buah  tomat  segar  pada berbagai  tingkat kematangan.&#13;
Rancangan   penelitian   yang   digunakan   adalah   Rancangan   Acak   Lengkap (RAL)  faktorial  dengan  dua  faktor.  Faktor  I    yaitu  tingkat  kematangan   yang  terdiri atas  3   (tiga)  taraf,  yaitu:   K1=  tomat  hijau  penuh  (0-10%)  kulit  merah,  K2=  tomat setengah  masak  (30-60%)  kulit merah,  K2= tomat masak  penuh (&gt;70%)  kulit merah.&#13;
&#13;
Faktor  II  yaitu  lama  penyimpanan  yang  terdiri  atas  5  (lima)  taraf,  yaitu:  P1,=  0 hari, P2= 5 hari, P3,=  10hari.  P,4=  15  hari, P5,= 20 hari. Kombinasi  perlakuan  adalah 3x5=&#13;
15, dengan  menggunakan  2 (dua)  kali  ulangan,  sehingga  diperoleh  30 (tiga  puluh) satuan  percobaan.  Analisis  yang  dilakukan  terhadap  tomat  meliputi  :    analisis  susut bobot,  total  padatan   terlarut.   total  asam,  vitamin  C,  likopen,  karotenoid,   dan  uji organoleptik (warna dan penampakan).&#13;
Hasil penelitian  menunjukkan bahwa  tomat yang dilapisi  kitosan  mempunyai&#13;
&#13;
susut    bobot    terendah    dibandingkan     dengan    tomat   tanpa    perlakuan    (kontrol)&#13;
sedangkan  total padatan  terlarut,  total asam, total vitamin  C, kadar likopen dan kadar karoten  lebih tinggi dibandingkan   dengan  tomat  tanpa perlakuan  (kontrol),  sehingga mampu   menghambat    laju   respirasi.   Tingkat   kematangan    pada   tomat  signifikan terhadap  pembentukan   kadar  likopen  dan  karotcn  selama  penyimpanan.  Selain  itu pelapisan  kitosan  pada tomat juga mampu  mempertahankan warna  dan  penampakan tomat selama penyimpanan.&#13;
Pelapisan   kitosan  dengan   kosentrasi   1%  dan  lama  perendaman   selama   10&#13;
&#13;
menit pada tomat  dengan   tingkat  kcmatangan  0-10%  kulit merah dan tomat 30-60% kulit merah dapat  bertahan  selama  20 hari penyimpanan. Namun  pada tomat dengan tingkat  kematangan  &gt;70%  kulit merah hanya mampu  bertahan   10 hari penyimpanan. Tomat dengan  tingkat kematangan  0-10% kulit merah dan tomat 30-60%  kulit merah tanpa  perlakuan  (kontrol)  dapat  bertahan  selama   10  hari  penyimpanan.  Sedangkan tomat dengan  tingkat  kematangan  &gt;70%  kulit merah tanpa perlakuan  (kontrol)  hanya mampu  bertahan  7 hari  penyimpanan.&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TOMATOES - COMMERCIAL PROCESSING</topic>
 </subject>
 <classification>664.805 642</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>142527</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-12-13 15:33:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-13 15:42:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>